Wamendagri Bima Arya: Karakter dan Kecerdasan Intelektual Harus Berjalan Beriringan Bupati Sumedang Buka Musdis XI AMS, Tekankan Lima Strategi Penguatan Organisasi Bersama Polresta Barelang dan PSSI, Amsakar Berbagi 1.000 Paket Beras Kapal Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, Data Sementara 107 Orang Dievakuasi dan 6 Meninggal Dorong Generasi Antikorupsi, Penyuluh Antikorupsi Ajak Mahasiswa Hukum Perkuat Integritas 24 Masjid Tangsel Ikuti Bimtek Manajemen Masjid Modern di Masjid Raya Bintaro Jaya

Tanjungpinang

Pertama di Kepri, Dua Perkara Dihentikan Lewat Restorative Justice KUHAP Baru

badge-check


 Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kejati Kepri) J. Devy Sudarso menyetujui penghentian penuntutan dua perkara pidana melalui mekanisme keadilan restoratif atau restorative justice (RJ). Perbesar

Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kejati Kepri) J. Devy Sudarso menyetujui penghentian penuntutan dua perkara pidana melalui mekanisme keadilan restoratif atau restorative justice (RJ).

AskaraNews.com,Tanjungpinang-Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kejati Kepri) J. Devy Sudarso menyetujui penghentian penuntutan dua perkara pidana melalui mekanisme keadilan restoratif atau restorative justice (RJ).

Proses tersebut dilakukan melalui ekspose perkara yang dipimpin langsung Kajati Kepri J. Devy Sudarso didampingi Wakajati, para asisten, koordinator serta jajaran bidang pidana umum Kejati Kepri.

Kegiatan itu juga diikuti secara daring oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungpinang Rachmad Surya Lubis dan Kepala Kejaksaan Negeri Bintan Rusmin bersama jajaran pidana umum dari kedua kejaksaan negeri tersebut.

Ekspose permohonan penghentian penuntutan tersebut dilakukan di hadapan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum yang diwakili Direktur A pada Jampidum Kejaksaan Agung Republik Indonesia Hari Wibowo melalui sarana virtual, Selasa (10/3/2026).

Dua perkara yang diselesaikan melalui keadilan restoratif yakni perkara penganiayaan atas nama Meli Agustin yang ditangani Kejari Tanjungpinang serta perkara penadahan atas nama Miftahul Rozaqi Efendi yang ditangani Kejari Bintan.

Kajati Kepri J. Devy Sudarso menegaskan bahwa penghentian penuntutan melalui keadilan restoratif merupakan bagian dari pendekatan hukum yang lebih humanis dan berorientasi pada pemulihan hubungan sosial.

“Keadilan restoratif memberikan ruang penyelesaian perkara secara adil dan bermartabat, dengan mengedepankan perdamaian antara korban dan pelaku tanpa mengesampingkan kepastian hukum,” ujar Devy Sudarso.

Menurutnya, pendekatan tersebut juga sejalan dengan kebijakan penegakan hukum modern yang tidak semata-mata menitikberatkan pada pemidanaan, tetapi juga mempertimbangkan kemanfaatan hukum bagi masyarakat.

“Melalui mekanisme ini, diharapkan konflik yang terjadi dapat diselesaikan secara damai, memulihkan hubungan sosial, serta memberikan rasa keadilan bagi semua pihak,” tambahnya.

Permohonan penghentian penuntutan kedua perkara tersebut disetujui oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum karena telah memenuhi syarat sesuai ketentuan dalam Peraturan Kejaksaan RI Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Selanjutnya, Kejari Tanjungpinang dan Kejari Bintan akan menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) sebagai bentuk kepastian hukum serta kemanfaatan hukum bagi para pihak.

Kejati Kepri juga menyebutkan bahwa melalui usulan dari Kejari Tanjungpinang, mekanisme keadilan restoratif tersebut menjadi yang pertama kali di wilayah Kepulauan Riau dengan penerapan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP.

Baca Lainnya

Goro ASN Pemko Tanjungpinang Mulai Ditiru Warga, Kini Jadi Kebiasaan

13 September 2026 - 01:16 WIB

Sekda Zulhidayat apresiasi Kodaeral IV mempercantik Pulau Penyengat.

13 September 2026 - 01:13 WIB

KB Gratis di 8 Puskesmas Tanjungpinang hingga 22 September, Ada IUD dan Implan

13 September 2026 - 01:08 WIB

Mulai 7 September 2026, Bank Pekreditan Rakyat Bestari Bertransformasi Menjadi PT. BPR Bestari (Perseroda)

11 September 2026 - 17:47 WIB

Kualitas Udara Tanjungpinang Masih Kategori Sedang, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

11 September 2026 - 07:45 WIB

Trending di Tanjungpinang