Menu ✖

Mode Gelap
Mendagri Tito Karnavian Resmikan Groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat PSMTI Banten Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Kebudayaan dengan Universitas Terbuka Presidium Pelajar Nasional Gelar Diskusi Nasional, Dorong Suara Pelajar Masuk dalam Reformasi Kepemiluan Bupati Aneng Sebut Kepri Terang Sentuh 14.340 Rumah Tangga Dalam Hari Jadi Kepri ke-24 APBD Perubahan Kabupaten Anambas Tahun Anggaran 2026 Disetujui Sebesar Rp729 Miliar MK Jadwalkan Sidang Sengketa Ijazah SMA Gibran Rakabuming

Batam

Rakor Penanganan Stress Area, BP Batam dan PT ABH Fokus Atasi Penguatan Suplai Air

badge-check


 Rakor Penanganan Stress Area, BP Batam dan PT ABH Fokus Atasi Penguatan Suplai Air Perbesar

AskaraNews.com,Batam-BP Batam bersama PT ABH memberikan atensi penuh terhadap penanganan wilayah stress area atau kawasan yang mengalami gangguan tekanan air.

Dalam rapat koordinasi tindak lanjut perbaikan layanan air bersih, Senin (9/3/2026), BP Batam dan PT ABH membahas sejumlah upaya yang akan dilakukan agar suplai air ke masyarakat lebih optimal. Salah satu di antaranya adalah dengan melakukan peningkatan kapasitas suplai air hingga 850 liter per detik.

Langkah ini akan memberikan dampak terhadap total kapasitas suplai yang tersedia dari 4.429 liter per detik menjadi 4.710 liter per detik. Upaya ini sekaligus memungkinkan pengalihan (switching) suplai air ke wilayah yang mengalami kekurangan tekanan air.

“Sesuai arahan Kepala dan Wakil Kepala BP Batam, kami berupaya agar penanganan ini berjalan secara bertahap dan terukur sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat semakin stabil,” ujar Direktur Badan Usaha SPAM dan Fasling BP Batam, Iyus Rusmana.

Selain itu, ia juga menjelaskan upaya lainnya yakni dengan program perkuatan jaringan distribusi jalur pipa DK12 yang menyuplai beberapa kawasan yang selama ini mengalami persoalan tekanan air rendah, antara lain daerah Tanjung Sengkuang, Bengkong, dan Batu Merah.

Melalui perkuatan jalur tersebut, Iyus mengatakan bahwa suplai air dari pipa induk dipastikan lebih stabil dan akan mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Keluhan masyarakat menjadi perhatian serius bagi BP Batam. Kami terus berusaha agar penanganan terhadap 18 titik stress area ini bisa terselesaikan,” tegasnya lagi.

Dalam rakor tersebut, BP Batam dan PT ABH juga menyinggung soal penerapan sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition).

Dimana, SCADA merupakan sistem teknologi yang memungkinkan pemantauan dan pengendalian jaringan distribusi air secara digital dan real time.

Melalui sistem ini, operator dapat memantau tekanan air di jaringan pipa, mendeteksi gangguan distribusi lebih cepat, serta mengambil langkah penanganan secara lebih efektif. Dengan penerapan sistem SCADA ini pula, pihak pengelola air berupaya untuk mendorong pengelolaan sistem distribusi air di Batam menjadi lebih modern, responsif, dan efisien.

“Saat ini, kami sedang menunggu rampungnya proyek pengembangan jaringan air pada ruas Sukajadi, M3G hingga ke Bukit Senyum. Berbagai langkah antisipatif juga telah kami siapkan agar selama pengerjaan tidak ada kendala untuk suplai ke masyarakat, pungkasnya.

Baca Lainnya

BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026

25 September 2026 - 06:52 WIB

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, memberikan keterangan kepada wartawan belum lama ini.

25 September 2026 - 06:04 WIB

BP Batam Dorong Data Center Bangun Infrastruktur SWRO, Pasokan Air Masyarakat Terjaga Melalui Waduk

25 September 2026 - 03:02 WIB

LMB Kepri Kota Batam Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Provinsi Kepulauan Riau Ke-24 Tahun

24 September 2026 - 12:42 WIB

Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung Akhir Tahun 2028

24 September 2026 - 09:06 WIB

Trending di Batam