EN-LMND: Wempi Habari Ketua Bidang Hukum dan HAM “Hentikan Ekspansi Bataliyon Teritorial, Jangan Militerisasi Pembangunan dan Rampas Ruang Hidup Rakyat Ketimpangan UMP dan Kebutuhan Hidup Layak, M. Rizky Pratama Korsu Ketenagakerjaan BEM SI Kerakyatan, Desak Kemnaker Evaluasi Kebijakan Pengupahan Nasional LPTQ Batam Bidik Prestasi Nasional, Firmansyah Tekankan Pembinaan Kafilah RESMI LUNCURKAN IFTC TRAINING CENTER IKA FEBM UMRAH, DALAM SEMPENA PELANTIKAN DAN RAKER IKA FEBM UMRAH PERIODE 2026–2030 Amsakar Raih Penghargaan Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik 2026 Gubernur Ansar Ahmad Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN

Tanjungpinang

Harga Emas Jadi Penyumbang Inflasi Nasional Tertinggi

badge-check


 Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar dari Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang. Perbesar

Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar dari Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang.

AskaraNews.com,Tanjungpinang-Kenaikan harga emas menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan inflasi nasional pada awal tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar dari Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Senin (9/3/2026).

Dalam pemaparannya, Tito menjelaskan bahwa inflasi nasional secara year on year (yoy) per Februari 2026 tercatat sebesar 4,76 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode Desember hingga Januari yang berada di kisaran 3,55 persen.

Menurut Tito, salah satu penyumbang terbesar inflasi berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencatat kenaikan hingga 16,66 persen.

Di dalam kelompok tersebut, kenaikan harga emas menjadi salah satu faktor yang memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap peningkatan inflasi.

“Secara teoritis angka 3,5 persen masih tergolong ringan, namun dampaknya sudah mulai dirasakan oleh masyarakat terutama pada kelompok desil 1 hingga 4,” ujar Tito.

Tito menjelaskan bahwa kenaikan harga emas tidak terlepas dari dinamika ekonomi global. Situasi geopolitik dan konflik internasional turut memengaruhi pergerakan harga emas di pasar dunia.

Kondisi tersebut kemudian berdampak pada harga emas di dalam negeri yang mengalami kenaikan dan ikut memberi andil terhadap inflasi nasional.

Selain kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, kelompok perumahan, air, listrik, serta bahan bakar rumah tangga juga turut memberikan kontribusi terhadap inflasi nasional sebesar 16,19 persen.

Peringatan Kenaikan pada kelompok ini dipengaruhi oleh faktor subsidi energi pada Januari hingga Februari tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, inflasi nasional per Februari 2026 tercatat sebesar 4,76 persen secara year on year.

Temukan lebih banyak Iklan berita Anambas travel Tanjungpinang

Angka ini berada sedikit di atas target inflasi pemerintah yang ditetapkan pada kisaran 2,5 persen dengan toleransi ±1 persen.

Meski demikian, pemerintah terus melakukan berbagai langkah pengendalian inflasi melalui koordinasi bersama pemerintah daerah.

Rapat koordinasi yang digelar bersama kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia tersebut juga membahas berbagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas harga barang dan jasa di daerah.

Baca Lainnya

Diskominfo Tanjungpinang Dukung Peningkatan Literasi Keuangan Syariah

24 Oktober 2026 - 07:03 WIB

DPPP Tanjungpinang Siapkan Pengembangan Cabai di Lahan 11 Hektare

23 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Wawako Raja Ariza: Santri Harus Siap Jadi Pemimpin Masa Depan

23 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Koleksi Perpustakaan Tanjungpinang Jadi Bahan Lomba Resensi Buku

23 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Agar Makanan Tak Terbuang, Wawako Raja Ariza Dukung Gerakan Tanjak Pangan

23 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Trending di Tanjungpinang