BYD Ganti Nama Denza Jadi Danza, Bagaimana Nasib Mobil yang Sudah Dibeli Konsumen? BYD Denza Z9 GT Bakal Dibekali God’s Eye CNOA di Eropa pada 2027, Ini Kemampuannya BYD Danza Z9 GT Meluncur di Indonesia, Mobil Listrik 1.156 PS Ini Bisa Isi Daya 5 Menit Kapolri Silaturahmi dengan Pimpinan MUI, Perkuat Sinergi jaga keamanan dan Kerukunan Resmikan Gedung Baru BSI Tanjungpinang, Ansar Dorong Penguatan Ekonomi Syariah dan UMKM Wali Kota Lis Harap Layanan SPPG Sesuai Standar Gizi

Dunia

Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Tembus USD 8

badge-check


 Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Tembus USD 8 Perbesar

AskaraNews.com,Tel Aviv-lIran resmi menutup total Selat Hormuz pada Selasa (3/3/2026) menyusul eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Penutupan jalur pelayaran strategis tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia hingga menembus USD 82 per barel.

Keputusan itu diumumkan setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan udara koalisi AS–Israel akhir pekan lalu. Pemerintah Teheran menyebut penutupan sebagai respons atas “agresi militer” dan pelanggaran kedaulatan negara.

Juru bicara Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menegaskan seluruh kapal tanker dan kapal komersial dilarang melintas hingga situasi dinyatakan aman. Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia setiap hari.

Lonjakan harga Brent terjadi kurang dari 48 jam setelah pengumuman resmi. Analis memperingatkan gangguan pasokan global dapat terjadi jika blokade berlangsung lebih dari beberapa hari. Sejumlah kapal tanker dilaporkan tertahan di perairan sekitar Teluk Oman.

Di sisi lain, Amerika Serikat meningkatkan kesiagaan militernya melalui United States Fifth Fleet yang berbasis di Bahrain. Washington menyatakan kebebasan navigasi di Selat Hormuz merupakan kepentingan internasional.

Di Jakarta, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan tengah memantau situasi dan menyiapkan rencana kontingensi bagi WNI di kawasan terdampak. Pemerintah juga mengkaji dampak kenaikan harga minyak terhadap APBN 2026, terutama terkait subsidi energi.

Hingga Selasa malam, ketegangan di kawasan Timur Tengah masih berlangsung tanpa tanda de-eskalasi.

Baca Lainnya

Di Balik Gemerlap K-Pop: Mengapa Puluhan Ribu Warga Korea Selatan Memilih Berislam?

14 Oktober 2026 - 09:13 WIB

Serangan Houthi Hantam Bandara Riyadh, 12 Orang Tewas dan Ratusan Terluka

11 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Tabrak Ranjau Supertanker Meledak di Selat Hormuz, Kapal LPG NV Sunshine Ikut Terbakar

11 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Yaman Klaim 1.150 Petempur Houthi Dilumpuhkan dalam 1.900 Serangan

11 Oktober 2026 - 12:33 WIB

Di Sidang Umum PBB, Menlu RI Tegaskan Ketahanan Nasional sebagai Fondasi Ketahanan Global

29 September 2026 - 10:14 WIB

Trending di Dunia