Wamendagri Bima Arya: Karakter dan Kecerdasan Intelektual Harus Berjalan Beriringan Bupati Sumedang Buka Musdis XI AMS, Tekankan Lima Strategi Penguatan Organisasi Bersama Polresta Barelang dan PSSI, Amsakar Berbagi 1.000 Paket Beras Kapal Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, Data Sementara 107 Orang Dievakuasi dan 6 Meninggal Dorong Generasi Antikorupsi, Penyuluh Antikorupsi Ajak Mahasiswa Hukum Perkuat Integritas 24 Masjid Tangsel Ikuti Bimtek Manajemen Masjid Modern di Masjid Raya Bintaro Jaya

Regional

PRIMA DMI Jabar Dorong Pengelolaan Zakat Produktif Untuk Kesejahteraan Umat

badge-check


 PRIMA DMI Jabar Dorong Pengelolaan Zakat Produktif Untuk Kesejahteraan Umat Perbesar

AskaraNews.com, Jawa Barat – Pengurus Wilayah Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PW PRIMA DMI) Jawa Barat menggelar kajian Lentera Tadarus Kader Perjuangan Umat dengan mengusung tema “Meneguhkan Peran Zakat: Dari Masjid Untuk Kesejahteraan Umat”. Senin, (2/3/26).

Kajian ini menjadi ruang penguatan pemahaman kader dalam mendorong optimalisasi pengelolaan zakat yang lebih baik dan berdampak bagi masyarakat.

Direktur Bidang Koordinasi dan Pengembangan Wilayah PP PRIMA DMI, Irkham Magfuri Jamas menegaskan bahwa kader PRIMA DMI harus memiliki paradigma baru dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, zakat tidak lagi hanya dikelola secara konvensional, namun perlu adanya inovasi dan terobosan mutakhir agar zakat mampu menjadi instrumen ekonomi yang kuat.

“Anggota PRIMA DMI harus memiliki paradigma progresif inovatif dalam pengelolaan zakat, jangan sebatas menerima dan membagikan. Tapi harus ada terobosan mutakhir”. Ungkapnya.

Lebih lanjut, Irkham mengungkapkan bahwa peran amil zakat perlu diperkuat melalui agenda kerja tahunan yang terarah pada pengentasan kemiskinan.

“Kalau amil zakat punya agenda kerja setahun untuk mengentas kemiskinan, maka zakat akan lebih berdampak”. Ujarnya.

Irkham menganggap dana zakat masih dominan disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif atau barang habis pakai. Menurutnya, pendekatan tersebut belum sepenuhnya mampu mengangkat kemandirian ekonomi penerima zakat.

“Selama ini kan dana zakat hanya sekedar dibagikan dalam bentuk barang yang habis pakai. Jarang yang kemudian dialokasikan dalam bentuk permodalan usaha pada orang yang berilmu dari delapan Asnaf”. Ungkapnya.

Irkham juga menyampaikan bahwa zakat seharusnya dapat diarahkan menjadi modal produktif bagi mustahik yang memiliki kompetensi usaha. Dengan dukungan permodalan berkelanjutan serta pendampingan manajemen usaha oleh amil zakat sebagai fungsi monitoring, evaluasi, sekaligus auditor.

“Dapat kita bayangkan, kalau orang yang memiliki ilmu dan kemampuan berusaha dari delapan Asnaf itu diberikan permodalan abadi dan dibantu pengelolaan usahanya oleh Amil sebagai monev dan auditor, masa iya dia ga bisa menjadi muzakki di tahun depan?!”. Ungkapnya.

Irkham menegaskan bahwa esensi utama zakat bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan menciptakan perubahan status ekonomi penerima manfaat.

“Itu tujuan zakat! Menjadikan mustahik hari ini, muzakki esok hari”. Pungkasnya.

Sementara itu, moderator dalam kajian ini, Ikmal Anshary menyampaikan bahwa peluang optimalisasi zakat di Indonesia masih sangat besar. Berdasarkan data statistik nasional, potensi zakat Indonesia diperkirakan mencapai Rp300 triliun setiap tahunnya.

“Potensi zakat Indonesia sangatlah besar, menurut data statistik ada 300T potensi zakat”. Ungkapnya.
(SFZ)

Baca Lainnya

Wamendagri Bima Arya: Karakter dan Kecerdasan Intelektual Harus Berjalan Beriringan

13 September 2026 - 18:24 WIB

Bupati Sumedang Buka Musdis XI AMS, Tekankan Lima Strategi Penguatan Organisasi

13 September 2026 - 17:42 WIB

Dorong Generasi Antikorupsi, Penyuluh Antikorupsi Ajak Mahasiswa Hukum Perkuat Integritas

13 September 2026 - 10:55 WIB

24 Masjid Tangsel Ikuti Bimtek Manajemen Masjid Modern di Masjid Raya Bintaro Jaya

13 September 2026 - 10:50 WIB

Kawal Pentas Remaja Masjid 2026, Farih Mumtaza Desak Elemen Negeri di Langsa Bersatu!

13 September 2026 - 09:50 WIB

Trending di Aceh