Menu

Mode Gelap
Investasi Batam Tumbuh 62,75 Persen, Ciptakan 40.943 Lapangan Kerja Pemprov Kepri Bangun Kanal Banjir di Kampung Purwodadi Bintan Timur Kepala Kantor Imigrasi Belakang Padang Hadiri Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Kepala Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjung Pinang Amsakar-Li Claudia Apresiasi Sinergi PLN Batam dan Altiva, Perkuat Ekosistem Data Center di Batam Tingkatkan Layanan Publik, Amsakar Resmikan Gedung Arsip dan Musala PN Batam Firmansyah: Budaya Baca Jadi Fondasi Membangun SDM Unggul dan Batam Madani

Dunia

Ratusan Tentara Amerika Tewas dalam Serangan Berskala Besar

badge-check


 Ratusan Tentara Amerika Tewas dalam Serangan Berskala Besar Perbesar

AskaraNews.com,Teheran – Dalam eskalasi ketegangan yang semakin memuncak di Timur Tengah, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan bahwa ratusan personel militer Amerika Serikat tewas atau luka-luka akibat serangan balasan yang dilakukan Tehran terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di berbagai negara kawasan. Pernyataan ini disampaikan pada Ahad (1/3/2026) menurut laporan kantor berita Fars.

Menurut pernyataan resmi IRGC, dalam serangan balasan tersebut jelas disebutkan bahwa puluhan rudal balistik dan serangan pesawat tak berawak (drone) dilancarkan ke sejumlah pangkalan militer AS, termasuk di wilayah Bahrain, Kuwait, dan beberapa titik lain di kawasan Teluk. Serangan ini, menurut klaim Iran, berhasil menyebabkan 560 personel militer Amerika tewas atau luka-luka sebagai bagian dari operasi balasan besar-besaran terhadap apa yang disebut Teheran sebagai “agresi AS-Israel”.

Iran menyatakan bahwa serangan itu adalah tanggapan langsung terhadap serangkaian serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap target-target strategis di dalam wilayah Republik Islam Iran, termasuk ibu kota Teheran dan infrastruktur militer penting lainnya. Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa serangan gabungan tersebut menimbulkan kerusakan yang luas serta korban sipil di beberapa provinsi Iran.

Dalam pernyataannya, juru bicara IRGC menegaskan bahwa operasi militer itu merupakan bagian dari hak Iran untuk membalas agresi luar negeri, dan akan terus berlanjut “tanpa henti” hingga tujuan strategis tercapai. Pernyataan tersebut juga mengklaim bahwa beberapa fasilitas komando dan dukungan utama militer AS mengalami kerusakan serius akibat serangan rudal dan drone Iran.

Sementara itu, media resmi Iran juga melaporkan bahwa selain target-target militer AS, pangkalan-pangkalan penting Israel menjadi bagian dari sasaran serangan balasan Tehran, yang menurut Iran turut menyebabkan banyak korban di jajaran pasukan agresor.

Hingga saat ini, klaim jumlah korban militer AS tersebut belum dikonfirmasi secara independen oleh pihak berwenang Amerika Serikat atau organisasi internasional, dan tidak ada pernyataan resmi dari Pentagon yang menyatakan angka yang sama. Situasi di lapangan masih berkembang dan ketegangan militer antara kedua negara diperkirakan akan terus meningkat.

Baca Lainnya

Dari Yordania hingga Oman: Iran Sapu Bersih Instalasi Militer AS di Teluk

14 Juli 2026 - 05:48 WIB

Sejarah Baru!!! Skuad Voli Putra Rebut Mahkota AVC Cup 2026, Korea Selatan Ditekuk Tanpa Ampun

28 Juni 2026 - 16:44 WIB

Resmi damai: Trump galang dana fantastis 300 miliar dolar AS pulihkan infrastruktur dan ekonomi Iran, Teheran stop produksi senjata nuklir

18 Juni 2026 - 12:47 WIB

Iran Ancam Bombardir Israel Jika Terus Langgar Kesepakatan di Lebanon

17 Juni 2026 - 10:30 WIB

Bank Sentral Indonesia & China Sepakati Teken Sejarah Tanpa Bergantung Dolar Amerika

12 Juni 2026 - 20:00 WIB

Trending di Dunia