Generasi Merdeka Hadir di Tengah Warga Cilegon,Erupsi Anak Gunung Krakatau Bagikan Masker dan Nasi Kotak, Hadir Jumat Berkah Musancab PKB Brebes: Meneguhkan Kemenangan Politik Tahun 2029 HIMASAL Brebes dalam Tarikan Nafas Khidmat Masyayekh Lirboyo Mengenal Prof Dr Suwendi Sang Pejuang Pendidikan Keagamaan di Nusantara. Buka Mubes PK NTT Batam, Amsakar Tekankan Keberagaman Harus Jadi Kekuatan Komisaris PT Pertamina Arun Gas (PAG) Dukung PKRM PRIMA DMI Langsa 2026. Wanda Assyura: remaja masjid harus diberi ruang untuk berkreasi.

Jabar

Refleksi 23 Tahun Kota Banjar: BEM PTNU Gugat Estetika Pembangunan, Desak Restorasi Kedaulatan Rakyat

badge-check


 Refleksi 23 Tahun Kota Banjar: BEM PTNU Gugat Estetika Pembangunan, Desak Restorasi Kedaulatan Rakyat Perbesar

AskaraNews.com,Kota Banjar-Di balik gemerlap seremoni dan angka “23” yang menghiasi sudut kota, sebuah kritik tajam lahir dari rahim gerakan mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Kota Banjar memperingati Hari Jadi Kota Banjar dengan sebuah tamparan keras bagi para pemangku kebijakan: Sudahkah rakyat benar-benar berdaulat, atau hanya menjadi penonton di tanah sendiri?

Mengusung tema perlawanan intelektual “Banjar Berbenah, Rakyat Berdaulat!”, BEM PTNU menegaskan bahwa usia 23 tahun bukan lagi masa untuk “belajar,” melainkan masa pembuktian janji kesejahteraan yang selama ini dianggap masih mengambang di awang-awang.

*Pembangunan Fisik: Hanya Kosmetik?
Aktivis BEM PTNU Kota Banjar, Sandi Mardiana Putra, menguliti realitas pembangunan yang selama ini dibanggakan pemerintah. Baginya, kemajuan infrastruktur seringkali hanyalah “kosmetik” yang menutupi luka kemiskinan di akar rumput.

“Dua puluh tiga tahun adalah waktu yang cukup untuk mendewasakan sebuah daerah. Namun, pembangunan hari ini nampak kehilangan ruhnya. Jangan sampai kita terjebak dalam pemujaan terhadap estetika gedung dan taman, sementara hak-hak dasar rakyat kecil masih terabaikan di pinggiran desa,” tegas Sandi dalam orasinya.

Tiga Catatan Merah untuk Pemerintah
BEM PTNU tidak hanya melempar kritik tanpa arah. Mereka merumuskan tiga poin krusial yang dianggap sebagai kegagalan sistemik yang harus segera didekonstruksi oleh pemerintah daerah:
1. Diktat Ekonomi Marhaen: Menuntut pergeseran paradigma pembangunan dari yang pro-kapitalis menuju pemberdayaan nyata bagi kaum marhaen dan pelaku ekonomi kecil. BEM PTNU menilai ekonomi akar rumput seringkali hanya dijadikan komoditas politik tanpa dukungan kebijakan yang konkret.
2. Diskriminasi Layanan Publik: Mendesak penghapusan sekat-sekat aksesibilitas. Pendidikan dan kesehatan berkualitas bukan merupakan hak istimewa (privilese) segelintir orang, melainkan kewajiban mutlak negara yang harus dirasakan tanpa tebang pilih.
3. Monopoli Kebijakan: Menggugat ruang partisipasi yang selama ini dianggap hanya formalitas. Mereka mendesak dibukanya pintu dialog strategis di mana pemuda tidak hanya dijadikan objek foto, tapi subjek penentu arah kebijakan daerah.

Kota, Memanusiakan Warga
Sandi Mardiana Putra menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa kedaulatan rakyat tidak bisa dibeli dengan jargon-jargon saat kampanye atau spanduk ulang tahun kota.

“Maju itu bukan soal berapa banyak aspal yang digelar, tapi soal seberapa manusiawi kita memperlakukan warga. Kita butuh restorasi kedaulatan. Jika pembangunan tidak berpihak pada kaum marhaen, maka kedaulatan rakyat hanyalah slogan usang yang tidak punya nyawa,” pungkasnya.

BEM PTNU Kota Banjar menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk berhenti menjadi pengamat yang pasif. Mereka mengajak warga untuk menjadi pengawal yang garang agar roda pemerintahan tetap berjalan di atas rel kepentingan rakyat, bukan kepentingan segelintir elit.

Baca Lainnya

BPJS Ketenagakerjaan Langsa Siap Berkolaborasi Sukseskan Festival PKRM PRIMA DMI

11 September 2026 - 01:38 WIB

Sekretaris Umum HISSI Aceh Apresiasi dan Dukung Penuh PKRM PRIMA DMI Langsa

11 September 2026 - 01:34 WIB

Dari Julok Menuju Tiongkok: Shilva Zohra Raih Beasiswa Penuh Kuliah Di China

10 September 2026 - 11:18 WIB

Semarak Memperingati Maulid, KKN Desa Dewi Sri Melaksanakan Pekan Kreativitas Anak Islami asah potensi dan Nilai Keislamaan Anak

10 September 2026 - 08:20 WIB

Ketua Baitul Mal Langsa Dukung PKRM dan PRIMA DMI Langsa Award 2026

10 September 2026 - 07:54 WIB

Trending di Aceh