Menu

Mode Gelap
Respons Aksi “Rayap Besi”, Wakil Kepala BP Batam Cek Langsung Terowongan Pelita POLSEK BELAKANG PADANG RESPON CEPAT VIDEO VIRAL DUGAAN PENGANIAYAAN ANAK DI MEDIA SOSIAL Ayo dukung *Vedra asal Batam Kepri, Top 8 The Icon Indonesia SCTV, Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Kendaraannya Usai Aksi Massa, Dugaan Pengintaian Jadi Sorotan Kemilau Nusantara Kepri 2026, Paduan Gerak Budaya, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kepulauan Riau Hadiri Kemilau Nusantara Kepri 2026, Raja Ariza Tekankan Peran Budaya bagi Ekonomi Daerah

Batam

Aktivitas Pemotongan Lahan PT Jutam Diduga Picu Banjir Lumpur, Puluhan Rumah di Sei Tering Terendam

badge-check


 Aktivitas Pemotongan Lahan PT Jutam Diduga Picu Banjir Lumpur, Puluhan Rumah di Sei Tering Terendam Perbesar

‎AskaraNews.com,Batam–Puluhan rumah warga di Kavling Sei Tering, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, diterjang material lumpur dan bebatuan pada Jumat (20/2) malam. Insiden ini diduga kuat akibat aktivitas pemotongan lahan (cut and fill) yang dilakukan oleh PT Jutam di area perbukitan yang berbatasan langsung dengan permukiman warga.

‎Berdasarkan informasi di lapangan, material lumpur setinggi lutut orang dewasa masuk hingga ke dalam rumah, merusak perabotan, dan melumpuhkan aktivitas warga. Kejadian yang berlangsung pada malam hari tersebut sempat membuat situasi mencekam, di mana sejumlah penghuni rumah dilaporkan sempat terjebak di dalam genangan lumpur pekat.

‎Hingga Sabtu pagi, warga masih berjibaku membersihkan sisa-sisa tanah kuning yang menyelimuti kediaman mereka. Kerugian materiil diperkirakan cukup besar mengingat banyaknya peralatan rumah tangga yang tidak dapat diselamatkan.

‎Tuntutan Warga Terhadap PT Jutam
‎Ketegangan memuncak saat sejumlah truk milik perusahaan tiba di lokasi. Warga yang tersulut emosi segera menghadang dan menghentikan paksa armada tersebut. Warga menilai PT Jutam tidak menunjukkan iktikad baik karena hanya fokus membersihkan akses jalan bagi kendaraan operasional mereka, sementara rumah warga yang terdampak dibiarkan begitu saja.

‎Ketua RW 07, Siti, menegaskan bahwa warga menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak perusahaan atas kelalaian yang terjadi.

‎”Kami mau pihak perusahaan bertanggung jawab. PT Jutam jangan seenaknya saja, warga kami yang jadi korban! Jika tidak ada solusi konkret, kami tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap armada ini,” ujar Siti dengan nada tinggi di hadapan para pekerja.

‎Aksi protes yang didominasi oleh kaum ibu tersebut sempat memanas hingga terjadi adu mulut antara warga dan pekerja lapangan. Menghindari situasi yang lebih anarkis, jajaran perangkat kelurahan, kecamatan, BPBD, serta aparat kepolisian segera turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan.

‎Saat ini, pihak kepolisian dan otoritas setempat berupaya memediasi pertemuan antara perwakilan warga dengan manajemen PT Jutam. Warga mengancam akan terus menghentikan seluruh aktivitas perusahaan di lokasi tersebut sampai ada kompensasi dan solusi teknis agar musibah serupa tidak terulang kembali.

Baca Lainnya

Respons Aksi “Rayap Besi”, Wakil Kepala BP Batam Cek Langsung Terowongan Pelita

14 Juni 2026 - 14:48 WIB

POLSEK BELAKANG PADANG RESPON CEPAT VIDEO VIRAL DUGAAN PENGANIAYAAN ANAK DI MEDIA SOSIAL

14 Juni 2026 - 13:23 WIB

Ayo dukung *Vedra asal Batam Kepri, Top 8 The Icon Indonesia SCTV,

14 Juni 2026 - 12:36 WIB

Ustaz Abdil Muhadir dan Veve Zulfikar Bakal Meriahkan Tablig Akbar Tahun Baru Islam di Batam

14 Juni 2026 - 08:33 WIB

GNTL Batam: Tingginya Kasus HIV Harus Jadi Alarm Serius, Pemko Diminta Perkuat Ketahanan Keluarga dan Perlindungan Generasi Muda

13 Juni 2026 - 01:05 WIB

Trending di Batam