Menu ✖

Mode Gelap
Wako Lis Sampaikan Tanggapan atas Pencabutan dan Perubahan Tiga Peraturan Daerah Demi Keadilan Anggaran dan Pembangunan Fiskal, PP PMKRI minta RUU Kepulauan segera disahkan Pembinaan Berkelanjutan Kemendikdasmen Antarkan Talenta Muda Indonesia Berprestasi di IOAA 2026 BP Batam Koordinasikan Pemulihan Listrik dan Air, Prioritaskan Objek Vital dan Pelayanan Masyarakat HKTI Gelar Wisata Kuliner dan Gerbang Pangan, Dorong Akses Pangan Murah bagi Masyarakat HUT ke-11 PAJAMAS, Lis Darmansyah Tekankan Peran Paguyuban sebagai Pemersatu Masyarakat

Batam

Aktivitas Pemotongan Lahan PT Jutam Diduga Picu Banjir Lumpur, Puluhan Rumah di Sei Tering Terendam

badge-check


 Aktivitas Pemotongan Lahan PT Jutam Diduga Picu Banjir Lumpur, Puluhan Rumah di Sei Tering Terendam Perbesar

‎AskaraNews.com,Batam–Puluhan rumah warga di Kavling Sei Tering, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, diterjang material lumpur dan bebatuan pada Jumat (20/2) malam. Insiden ini diduga kuat akibat aktivitas pemotongan lahan (cut and fill) yang dilakukan oleh PT Jutam di area perbukitan yang berbatasan langsung dengan permukiman warga.

‎Berdasarkan informasi di lapangan, material lumpur setinggi lutut orang dewasa masuk hingga ke dalam rumah, merusak perabotan, dan melumpuhkan aktivitas warga. Kejadian yang berlangsung pada malam hari tersebut sempat membuat situasi mencekam, di mana sejumlah penghuni rumah dilaporkan sempat terjebak di dalam genangan lumpur pekat.

‎Hingga Sabtu pagi, warga masih berjibaku membersihkan sisa-sisa tanah kuning yang menyelimuti kediaman mereka. Kerugian materiil diperkirakan cukup besar mengingat banyaknya peralatan rumah tangga yang tidak dapat diselamatkan.
‎
‎Tuntutan Warga Terhadap PT Jutam
‎Ketegangan memuncak saat sejumlah truk milik perusahaan tiba di lokasi. Warga yang tersulut emosi segera menghadang dan menghentikan paksa armada tersebut. Warga menilai PT Jutam tidak menunjukkan iktikad baik karena hanya fokus membersihkan akses jalan bagi kendaraan operasional mereka, sementara rumah warga yang terdampak dibiarkan begitu saja.
‎
‎Ketua RW 07, Siti, menegaskan bahwa warga menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak perusahaan atas kelalaian yang terjadi.
‎
‎”Kami mau pihak perusahaan bertanggung jawab. PT Jutam jangan seenaknya saja, warga kami yang jadi korban! Jika tidak ada solusi konkret, kami tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap armada ini,” ujar Siti dengan nada tinggi di hadapan para pekerja.
‎
‎Aksi protes yang didominasi oleh kaum ibu tersebut sempat memanas hingga terjadi adu mulut antara warga dan pekerja lapangan. Menghindari situasi yang lebih anarkis, jajaran perangkat kelurahan, kecamatan, BPBD, serta aparat kepolisian segera turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan.
‎
‎Saat ini, pihak kepolisian dan otoritas setempat berupaya memediasi pertemuan antara perwakilan warga dengan manajemen PT Jutam. Warga mengancam akan terus menghentikan seluruh aktivitas perusahaan di lokasi tersebut sampai ada kompensasi dan solusi teknis agar musibah serupa tidak terulang kembali.

Baca Lainnya

BP Batam Koordinasikan Pemulihan Listrik dan Air, Prioritaskan Objek Vital dan Pelayanan Masyarakat

12 Oktober 2026 - 16:31 WIB

Tujuh Perwira Menengah Polda Kepri Di Mutasi dan di Promosi

11 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Amsakar: Pembangunan Batam Butuh Komunikasi dan Kebersamaan

11 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Festival Transmigrasi 2026, Momentum Perkenalkan Potensi dan Masa Depan Rempang Eco City

11 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Sembang Budaya Jadi Ruang Merawat Harmoni dan Melestarikan Budaya Melayu

11 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Trending di Batam