Menu ✖

Mode Gelap
SAKKTI, Dari Aduan Menjadi Tindakan: Kecamatan Tanjungpinang Timur Perkuat Respons Pengaduan Masyarakat Sahabat Coffee CEO Hadir di Tanjungpinang, Wawako Ariza Dukung Pertumbuhan UMKM Audiensi MPIG Siput Gonggong, Lis Harap MPIG Perluas Peran, Kaji dan Lestarikan Biota Laut Kepri Pemko-BP KPBPB Perkuat Sinergi Akselerasi Investasi dan Pengembangan Kawasan FTZ Tanjungpinang WNI yang Berkacamata Bisa Masuk TNI/Polri, Menko Polkam: Asal Pintar Gubernur Ansar Promosikan Pariwisata Kepri di Hadapan Himpunan Pramuwisata Indonesia

JABAR

Bukan Sekadar Persoalan Satu Pasien, Kasus Infus Balita di Karawang Jadi Momentum Pembenahan Pelayanan Kesehatan

badge-check


 Bukan Sekadar Persoalan Satu Pasien, Kasus Infus Balita di Karawang Jadi Momentum Pembenahan Pelayanan Kesehatan Perbesar

Askaranews.com. Karawang-Dugaan kegagalan pemasangan infus terhadap seorang balita di RS Permata Keluarga Karawang diharapkan menjadi momentum pembenahan pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan pasien anak.

Advokat Romadhoni, S.Sy., CPM., CPS., menyatakan bahwa persoalan yang dialami keluarga kliennya perlu dilihat secara lebih luas, terutama dalam konteks keselamatan pasien dan kualitas pelayanan rumah sakit.

Berdasarkan keterangan keluarga, pada 29 Juli 2026, anak mereka menjalani pemeriksaan akibat demam, mual, dan sakit kepala. Ketika dipersiapkan untuk rawat inap, pemasangan infus diduga mengalami lima kali kegagalan.

Anak dilaporkan menangis dan menjerit kesakitan. Keluarga akhirnya menghentikan proses pemasangan infus dan memutuskan untuk tidak melanjutkan rawat inap.

Setelah itu, keluarga menjalani konsultasi psikologis. Hasil asesmen pada 7 September 2026 mencatat bahwa anak memperagakan pengalaman ditusuk-tusuk serta menyampaikan ketidakmauannya untuk kembali ke rumah sakit.

Keluarga menyatakan telah mengupayakan mediasi sebanyak tiga kali, tetapi belum menemukan titik temu.

Romadhoni menegaskan bahwa upaya penyelesaian persoalan ini tidak semata-mata berorientasi pada proses hukum, tetapi juga pada perbaikan sistem pelayanan kesehatan.

“Kami ingin ada evaluasi yang nyata. Rumah sakit perlu memastikan bahwa prosedur pelayanan berjalan sesuai standar, komunikasi kepada keluarga dilakukan secara baik, dan keselamatan pasien anak benar-benar menjadi prioritas,” tegasnya.

Ia berharap rumah sakit, Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat menjadikan persoalan ini sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan harus dibangun melalui pelayanan yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

Keluarga berharap persoalan yang mereka alami dapat memperoleh penyelesaian secara adil sekaligus mendorong terciptanya pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Karawang, pungkasnya. (8/akm)

Baca Lainnya

Dinkes Karawang Diminta Beri sangsi terhadap R.S Permata Keluarga Kasus Dugaan Kelalaian Pelayanan Anak

2 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Perlindungan Pasien Anak Jadi Sorotan, Keluarga Pertanyakan Prosedur Pemasangan Infus di RS Permata Keluarga

2 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Dugaan Kelalaian Pelayanan Medis, Advokat Romadhoni Kaji Laporan Pidana dan Gugatan Perdata terhadap Rumah Sakit

2 Oktober 2026 - 08:31 WIB

Dugaan Kelalaian Pelayanan Medis, Advokat Romadhoni Kaji Laporan Pidana dan Gugatan Perdata terhadap Rumah Sakit

2 Oktober 2026 - 08:28 WIB

LBH GMBI Dorong Transparansi Rumah Sakit, Kasus Dugaan Kelalaian Pelayanan Anak Jadi Perhatian

2 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Trending di JABAR