Askaranews.com. Karawang-Perlindungan pasien anak kembali menjadi sorotan setelah sebuah keluarga menyampaikan pengalaman tidak menyenangkan ketika anaknya menjalani pemeriksaan di RS Permata Keluarga Karawang.
Keluarga mengungkapkan bahwa pada 29 Juli 2026, anak mereka yang mengalami demam, mual, dan sakit kepala diarahkan menjalani rawat inap.
Dalam proses persiapan tersebut, pemasangan infus diduga mengalami lima kali kegagalan oleh sejumlah petugas kesehatan.
Orang tua menyebut anaknya menangis dan menjerit kesakitan selama proses berlangsung. Setelah menilai kondisi anak tidak memungkinkan untuk melanjutkan prosedur, keluarga memutuskan untuk menghentikan proses pemasangan infus dan tidak jadi menjalani rawat inap.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu alasan keluarga membawa anak untuk menjalani asesmen psikologis.
Advokat Romadhoni, S.Sy., CPM., CPS., menilai bahwa pelayanan terhadap pasien anak perlu memperhatikan aspek keselamatan fisik, komunikasi, dan kondisi emosional.
“Ketika berhadapan dengan anak, pendekatan pelayanan tidak bisa disamakan begitu saja dengan pasien dewasa. Setiap tindakan harus mempertimbangkan kondisi pasien, kebutuhan medis, serta upaya meminimalkan rasa takut dan ketidaknyamanan,” ujarnya.
Ia meminta rumah sakit memberikan penjelasan mengenai prosedur yang digunakan ketika pemasangan infus mengalami kegagalan berulang.
Menurutnya, evaluasi sistem pelayanan perlu dilakukan untuk memastikan bahwa petugas memiliki kompetensi yang sesuai dan terdapat mekanisme meminta bantuan tenaga yang lebih berpengalaman apabila diperlukan.
Keluarga berharap rumah sakit menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi dan meningkatkan standar pelayanan terhadap pasien anak. (*akm)





















