Menu ✖

Mode Gelap
Demi Keadilan Anggaran dan Pembangunan Fiskal, PP PMKRI minta RUU Kepulauan segera disahkan Pembinaan Berkelanjutan Kemendikdasmen Antarkan Talenta Muda Indonesia Berprestasi di IOAA 2026 BP Batam Koordinasikan Pemulihan Listrik dan Air, Prioritaskan Objek Vital dan Pelayanan Masyarakat HKTI Gelar Wisata Kuliner dan Gerbang Pangan, Dorong Akses Pangan Murah bagi Masyarakat HUT ke-11 PAJAMAS, Lis Darmansyah Tekankan Peran Paguyuban sebagai Pemersatu Masyarakat Dinkes Tidak Pernah Membatalkan Izin Kejuaraan Kickboxing

Tanjungpinang

Kualitas Udara Memburuk, Siswa PAUD hingga SMP di Tanjungpinang Belajar Daring

badge-check


 Kualitas Udara Memburuk, Siswa PAUD hingga SMP di Tanjungpinang Belajar Daring Perbesar

Askaranews.com. Kota Tanjungpinang – Siswa PAUD, TK, SD hingga SMP sederajat di Tanjungpinang mulai Selasa (15/9/2026) mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah. Kebijakan ini berlaku hingga 18 September 2026 menyusul kondisi cuaca dan paparan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan peserta didik.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor B/041.4/13/5.3.05/2026 tentang Pembelajaran Secara Daring Selama Kondisi Cuaca Berpotensi Bahaya yang diterbitkan Dinas Pendidikan Tanjungpinang pada 14 September 2026.

Melalui surat itu, sekolah diminta tetap menjalankan proses belajar selama penerapan Belajar Dari Rumah (BDR). Guru tetap memberikan materi, tugas, dan pendampingan kepada siswa, sementara kepala sekolah memastikan kegiatan belajar berjalan efektif.

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan kebijakan tersebut diberlakukan untuk melindungi peserta didik dan tenaga pendidik dari dampak kondisi udara.

Perubahan pola belajar ini juga berdampak pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa. Menurut Lis, teknis pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“MBG sudah menyesuaikan saja karena ini kondisinya sudah di atas 100,” ujar Lis, Senin (14/9/2026).

Lis juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak diperlukan. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diimbau menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan pernapasan.

“Kita meminta agar menghindari aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan dan juga sudah kita galakkan untuk menggunakan masker,” tambahnya.

Pembelajaran daring akan dievaluasi berdasarkan perkembangan cuaca dan kualitas udara. Jika kondisi kembali aman, siswa dapat kembali mengikuti pembelajaran tatap muka.

Lis menyebut kondisi udara akan dipantau dalam dua hari ke depan. Apabila kabut asap semakin meningkat, kegiatan pendidikan yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan dapat diterapkan secara bergantian.

“Kita evaluasi bagaimana dengan sistem pelayanan daripada pendidikan ini,” tuturnya.(Red)

Baca Lainnya

HKTI Gelar Wisata Kuliner dan Gerbang Pangan, Dorong Akses Pangan Murah bagi Masyarakat

11 Oktober 2026 - 18:43 WIB

HUT ke-11 PAJAMAS, Lis Darmansyah Tekankan Peran Paguyuban sebagai Pemersatu Masyarakat

11 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Dinkes Tidak Pernah Membatalkan Izin Kejuaraan Kickboxing

11 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Museum Berkisah Ajak Generasi Muda Telusuri Sejarah dan Budaya Tanjungpinang

11 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Pemko Tanjungpinang Apresiasi Peran YPKTB dalam Mendampingi Penyintas Kanker

11 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Trending di Tanjungpinang