Wonderfood Fest 2026 Dibuka, Dewi Ansar Dorong Kuliner Lokal Jadi Magnet Wisata Kepri Kapolri Tiba di Aceh, Langsung Menuju Ke Pidie Konferensi Pers Sabu 1,1 TON Suharyanto Gagas SIMAKDARA, Integrasikan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kepri Diskominfo Kepri Dukung Integrasi TTE pada Aplikasi SMART DLHK DPPP Tanjungpinang Siapkan Pengembangan Cabai di Lahan 11 Hektare Wawako Raja Ariza: Santri Harus Siap Jadi Pemimpin Masa Depan

Jawa Timur

Usai Santap MBG Ratusan Santri Ponpes di Sidoarjo Dilarikan ke RS

badge-check


 Usai Santap MBG Ratusan Santri Ponpes di Sidoarjo Dilarikan ke RS Perbesar

Askaranews.com. Sidoarjo-Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa, 1 September 2026.

Peristiwa tersebut terjadi setelah para santri menyantap menu MBG untuk jatah makan siang. Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, sejumlah santri mulai merasakan keluhan kesehatan tak lama setelah menyantap makanan gratis yang dibagikan. Gejala tersebut kemudian dirasakan semakin banyak santri.

Setelah melaksanakan Salat Zuhur, sejumlah santri mulai mengeluhkan kondisi tubuh mereka. Keluhan dilaporkan kian meluas saat memasuki waktu Salat Asar.

Memasuki waktu Salat Magrib, kondisi para santri kian memburuk sehingga harus dievakuasi ke beberapa rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Berdasarkan data sementara yang diterima, sedikitnya 120 santri telah dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Notopuro dan RSI Siti Hajar Sidoarjo, demikian dilansir timesindonesia.co.id, Selasa, 1 September 2026 malam.

Jumlah korban masih berpotensi bertambah karena proses evakuasi dan pendataan terus berlangsung.

Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan ambulans terlihat keluar-masuk kawasan Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Armada tersebut dikerahkan untuk mengevakuasi para santri yang membutuhkan penanganan medis darurat.

Sementara itu, puluhan orang tua dan wali santri berkumpul di luar gerbang pesantren. Mereka cemas menanti informasi pasti mengenai kondisi anak-anak mereka yang telah dievakuasi ke rumah sakit.

SPPG Kalitengah

Makanan yang dikonsumsi para santri tersebut diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah. Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan massal yang dialami para santri belum diketahui.

Pihak terkait masih berfokus pada penanganan medis, pendataan korban, serta penelusuran laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. (Red)

Baca Lainnya

PW PII Kalbar Bersama PD PII Pontianak Audiensi dengan Disporapar, Dorong Pengembangan Potensi dan Kepemimpinan Pemuda Pelajar

21 Oktober 2026 - 07:05 WIB

PC SEMMI Kediri Raya Gaungkan Isu Lokal, Minta Generasi Muda dan Pendatang Peduli Pembangunan Daerah

18 Oktober 2026 - 12:42 WIB

FKMT Kabupaten Kediri Apresiasi Inisiatif PC SEMMI Kediri Raya Gelar Diskusi Terbuka Bersama Masyarakat dan Mahasiswa

18 Oktober 2026 - 10:11 WIB

PC SEMMI Kediri Raya Audiensi dengan Kapolres Kediri, Perkuat Sinergi demi Kamtibmas dan Kemajuan Daerah

6 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Andri Haris Setiawan Tekankan Pentingnya Soal Pembagian Kekuasaan bagi Ormawa di UNESA

19 September 2026 - 19:36 WIB

Trending di Jawa Timur