Askaranews.com. Cilegon – Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Cilegon menggelar aksi demonstrasi mendesak aparat penegak hukum (APH) agar tetap konsisten, independen, dan profesional dalam mengusut berbagai dugaan tindak pidana korupsi yang saat ini tengah berjalan. Selasa (14/7/26).
Aksi yang berlangsung di depan Polres Cilegon – Landmark Cilegon, HMI MPO Cabang Cilegon menyoroti proses penyidikan terhadap sejumlah perkara dugaan korupsi yang saat ini ditangani Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri, di antaranya dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk PLTU, ASABRI, serta dugaan korupsi di PT Krakatau Steel beserta anak perusahaannya.
Selain itu, HMI MPO Cabang Cilegon menyampaikan lima poin sikap organisasi, yakni mengingatkan Polri agar tetap tegak lurus dalam pemberantasan korupsi, menegaskan bahwa korupsi merupakan pengkhianatan terhadap amanah rakyat, menolak praktik penegakan hukum yang tebang pilih, mendorong sinergi seluruh aparat penegak hukum dalam menyelamatkan keuangan negara, serta menegaskan komitmen HMI MPO Cabang Cilegon untuk terus mengawal agenda pemberantasan korupsi di Indonesia.
Koordinator lapangan (korlap), Agung Rizky Jamas dalam orasinya menegaskan bahwa keberhasilan pemberantasan korupsi tidak hanya diukur dari banyaknya kasus yang diungkap, tetapi juga dari keberanian aparat hukum dalam menindak seluruh pelaku tanpa pandang bulu.
“Polri harus menunjukkan keberpihakan kepada rakyat dengan menindak setiap pelaku korupsi tanpa memandang jabatan, kedudukan, latar belakang politik, maupun kekuatan ekonomi yang dimiliki”, ujarnya.
Agung juga mengungkapkan bahwa organisasinya akan terus mengawal dan berada di barisan terdepan dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun budaya anti korupsi.
“Kami HMI MPO Cabang Cilegon berkomitmen untuk terus mengawasi, mengkritisi, dan memberikan dukungan terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, pemuda, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan untuk bersama-sama membangun budaya antikorupsi serta mengawasi jalannya pemerintahan demi terwujudnya Indonesia yang bersih dan berkeadilan”, tandasnya.
Ade Firmansyah menegaskan juga bahwa aksi ini dilakukan sebagai pengingat supaya polri tetap konsisten dan tidak gembos ditengah perkara hukum yang berjalan.
“Kami harap kepolisian diberikan kekuatan dan keistiqomahan dalam penanganan perkara, jangan sampai polri digembosi dalam penangan kasus korupsi.” Pungkas Ade.
Kemudian aksi ditutup dengan memanjatkan doa didepan polres Cilegon. (Red)


























