Askaranews.com. Palembang-Sebanyak 10 kader terbaik Pelajar Islam Indonesia (PII) berhasil menuntaskan rangkaian Leadership Advance Training (LAT) yang diselenggarakan di Asrama Haji Palembang sejak 24 Juni hingga 1 Juli 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Pendidikan Digital Berlandaskan Islamic World View Sebagai Pilar Peradaban: Peran Strategis PII Dalam Mewujudkan Indonesia Emas.”
Leadership Advance Training merupakan jenjang pengkaderan lanjutan yang dirancang untuk membentuk kader PII yang memiliki kapasitas kepemimpinan, wawasan keislaman, intelektualitas, serta kemampuan strategis dalam menjawab tantangan zaman. Setelah menyelesaikan LAT, para peserta akan melanjutkan proses pengkaderan melalui Pendidikan Instruktur Dasar (PID) yang berlangsung hingga 4 Juli 2026.
Koordinator Tim Leadership Advance Training, Melisa, menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar PII dalam mempersiapkan kader-kader unggul yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara.
“Leadership Advance Training bukan sekadar proses pendidikan, tetapi ruang transformasi untuk melahirkan kader-kader yang memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan, serta mampu menjawab tantangan era digital dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam. Kami berharap sepuluh kader yang telah menyelesaikan proses ini siap menjadi kader paripurna yang mampu menggerakkan perubahan di berbagai lini kehidupan,” ujar Melisa.
Melisa menambahkan bahwa tema yang diangkat pada pelatihan tahun ini menegaskan pentingnya penguasaan transformasi digital yang tetap berpijak pada Islamic World View.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak cukup hanya menguasai teknologi, tetapi juga harus memiliki fondasi akidah, moral, dan kepemimpinan yang kuat sebagai bekal membangun peradaban.
“Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi pemimpin yang tidak hanya cakap secara intelektual dan digital, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan pandangan hidup Islam yang kokoh. Melalui Leadership Advance Training ini, kami berupaya menyiapkan kader yang mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan bangsa di masa depan,” tambahnya.
Melisa yang juga menjabat sebagai Ketua Korpus PII Wati menegaskan bahwa proses pengkaderan di PII merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak pemimpin umat dan bangsa.
Ia berharap seluruh peserta dapat terus mengembangkan kompetensi, menjaga semangat belajar, serta mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan yang telah diperoleh selama mengikuti pelatihan.
Dengan berakhirnya Leadership Advance Training dan berlanjutnya Pendidikan Instruktur Dasar, diharapkan lahir kader-kader PII yang tidak hanya siap menjadi pemimpin organisasi, tetapi juga mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Sumber: Yusuf W
Redaksi: Jabat KH























