Menu

Mode Gelap
Sebut Kerja Birokrasi Seperti ‘Hibernasi’, DPP GHARIS Bongkar Dugaan Praktik Kotor di BKPSDM Tangsel Persiapan Pawai Takbir dan Salat Iduladha 1447 H, Pemko Tanjungpinang Matangkan Pengamanan dan Rute Kegiatan Pemko Tanjungpinang Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Pangan Jalan Gajah Mada: Nadi Baru Mobilitas dan Akselerasi Investasi Batam PLUT Goes to Pesisir, Hadirkan Layanan Legalitas Usaha untuk UMKM Pulau Pemping Pemko Batam Percepat Transformasi Keuangan Digital melalui KKI dan E-Katalog

Tanjungpinang

Hantavirus dari Tikus Sering Tak Disadari karena Mirip Demam Biasa

badge-check


					Hantavirus dari Tikus Sering Tak Disadari karena Mirip Demam Biasa Perbesar

Askaranews.com. Kota Tanjungpinang – Banyak masyarakat mengenal penyakit yang ditularkan nyamuk seperti dengue atau malaria. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa tikus juga dapat menjadi sumber penularan penyakit berbahaya, salah satunya hantavirus.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB (Dinkesdalduk KB) Kota Tanjungpinang, Rustam, mengingatkan masyarakat agar lebih menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus di sekitar rumah guna mencegah risiko penyebaran hantavirus.

“Prinsipnya, lingkungan kita harus bebas dari tikus. Kebersihan rumah harus dijaga dan sampah harus dikelola dengan baik,” kata Rustam, Selasa (12/5/2026).

Hantavirus merupakan penyakit yang gejalanya sering sulit dikenali karena menyerupai demam biasa maupun penyakit lain seperti dengue dan leptospirosis. Gejala awal umumnya berupa demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, dan tubuh terasa lemas.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian orang tidak menyadari telah terpapar virus karena mengira hanya mengalami demam biasa. Karena itu, Kementerian Kesehatan akan menyiapkan pemeriksaan khusus untuk membantu identifikasi kasus.

“Virusnya ini gejalanya sulit dibedakan karena sama-sama demam. Nanti ada tes dari Kemenkes supaya bisa diketahui,” ujarnya.

Rustam menjelaskan hantavirus bukan penyakit yang hanya ditemukan di luar negeri. Paparan virus tersebut juga pernah ditemukan di Indonesia dan berkaitan dengan keberadaan tikus sebagai pembawa virus.

Berbeda dengan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, hantavirus menyebar melalui urin, kotoran, atau air liur tikus yang mencemari udara maupun permukaan benda. Seseorang dapat terinfeksi ketika menghirup debu yang terkontaminasi, terutama saat membersihkan ruangan kotor atau area yang menjadi sarang tikus.

Lingkungan yang kotor, tumpukan sampah, saluran air yang tidak terawat, hingga gudang lembap dapat menjadi tempat berkembangnya tikus pembawa penyakit.

Selain menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, warga juga dianjurkan menggunakan masker saat membersihkan area berdebu atau tempat yang ditemukan banyak kotoran tikus guna mengurangi risiko paparan virus.

Upaya mengurangi risiko hantavirus, lanjut Rustam, tidak cukup hanya melalui pengobatan, tetapi juga harus dimulai dari kebiasaan hidup bersih dan pengendalian lingkungan.

“Yang paling penting itu pencegahan. Jangan biarkan rumah kotor dan banyak tikus, karena itu bisa menjadi sumber penyakit,” ucapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam disertai keluhan yang tidak kunjung membaik, terutama jika tinggal di lingkungan dengan banyak tikus.

Sumber: MC TPI
Redaksi: QMY

Baca Lainnya

Persiapan Pawai Takbir dan Salat Iduladha 1447 H, Pemko Tanjungpinang Matangkan Pengamanan dan Rute Kegiatan

13 Mei 2026 - 14:19 WIB

Pemko Tanjungpinang Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Pangan

13 Mei 2026 - 14:09 WIB

Sekda Zulhidayat: Forum Komunikasi BPJS Kesehatan, Komitmen Bersama Wujudkan Pelayanan Adil dan Merata

12 Mei 2026 - 15:30 WIB

Pemko Tanjungpinang dan BP2MI Matangkan Nota Kesepakatan Pelindungan Pekerja Migran

11 Mei 2026 - 16:15 WIB

JDIH Tanjungpinang Kembangkan Notifikasi Regulasi Berbasis AI

11 Mei 2026 - 16:10 WIB

Trending di Tanjungpinang