Menu

Mode Gelap
Jusuf Kalla Dukung Milad Ke-11 PRIMA DMI dan Peluncuran Halal Center untuk Percepat Wajib Halal 2026 Melayu Murka! Laskar Melayu Bersatu Kepri Kota Batam: “Hina Marwah Kami, Siap Kami Lawan!” ::: Kisah Pak Am di Tanah Suci: Romantisme, Kursi Roda, & Ruang Maaf pada Istri Tercinta Hadiri Sannipata Waisak 2570 BE, Wali Kota Lis Ajak Masyarakat Perkuat Kerukunan dan Perdamaian Dugaan Penggunaan Kapal Patroli Imigrasi untuk Kepentingan Pribadi Jadi Sorotan, Publik Minta Klarifikasi Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang Umumkan Penyesuaian Jadwal Pelayanan dalam Rangka Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

Advetorial

Amsakar: Masa Depan Batam Ditentukan Daya Saing SDM

badge-check


					Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Batam Kota di Aula Politeknik Batam, Sabtu (9/5/2026). Perbesar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Batam Kota di Aula Politeknik Batam, Sabtu (9/5/2026).

Askaranews.com. Batam-Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa masa depan Kota Batam sangat ditentukan oleh kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM). Karena itu, Pemerintah Kota Batam terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kompetensi warga sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.

Hal tersebut disampaikan Amsakar saat membuka kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Batam Kota di Aula Politeknik Batam, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan yang diikuti 520 peserta tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas masyarakat melalui berbagai pelatihan tematik di tingkat kelurahan.

Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteran Keluarga (TP PKK) Kota Batam, Erlita Amsakar, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batam Erdawati Firmansyah, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Batam, jajaran camat dan lurah se-Kecamatan Batam Kota.

Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa pembangunan Kota Batam tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, terdapat tiga substansi utama pembangunan yang menjadi fokus Pemerintah Kota Batam, yakni penyediaan infrastruktur dasar, peningkatan fasilitas yang telah tersedia seiring pertumbuhan penduduk, serta pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan dan masyarakat termarginalkan.

“Pemberdayaan masyarakat adalah tentang peningkatan kompetensi dan kecakapan. Melalui pelatihan ini, kita ingin ekonomi keluarga ikut meningkat,” ujar Amsakar.

Ia mencontohkan, melalui peningkatan keterampilan, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga, termasuk dalam pengelolaan sampah rumah tangga yang bernilai ekonomis.

Amsakar juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, terus memfokuskan APBD pada program perlindungan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, hingga perlindungan sosial.

Di bidang pendidikan, Pemko Batam menjalankan program seragam sekolah gratis dan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Sementara di sektor kesehatan, capaian Universal Health Coverage (UHC) Kota Batam saat ini telah mencapai 98,2 persen.

Pada sektor ekonomi dan UMKM, Pemko Batam memberikan pinjaman modal tanpa bunga hingga Rp20 juta bagi pelaku usaha kecil, dengan rencana peningkatan plafon pinjaman menjadi Rp50 juta hingga Rp100 juta.

Selain itu, pemerintah juga memberikan perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal, seperti penambang pancung, penarik becak, dan pengemudi ojek online, serta insentif bagi lanjut usia.

“Investasi pada SDM memang hasilnya tidak instan. Mungkin baru terlihat 25 tahun mendatang. Namun, ini jauh lebih penting karena masa depan Batam bergantung pada daya saing manusianya,” katanya.

Amsakar turut mengapresiasi camat dan lurah di Kecamatan Batam Kota yang dinilai mampu mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan masyarakat secara efektif dan efisien.

Adapun kegiatan pemberdayaan tersebut meliputi pelatihan daur ulang sampah rumah tangga di Kelurahan Baloi Permai dan Teluk Tering, pelatihan peningkatan kompetensi kader Posyandu di Kelurahan Belian, Sungai Panas, dan Taman Baloi, serta pelatihan Bina Keluarga Balita (BKB) dasar di Kelurahan Sukajadi.

Sejalan dengan program lingkungan, Bank Sampah Unit juga telah terbentuk di seluruh kelurahan se-Kecamatan Batam Kota dengan total 762 anggota. Hingga saat ini, gerakan pemilahan sampah berhasil mengumpulkan 12.129 kilogram sampah bernilai ekonomis dengan nilai mencapai Rp20,7 juta.

Salah seorang peserta dari Kelurahan Belian, Lita, mengaku pelatihan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Selain menambah pengetahuan tentang kesehatan anak di Posyandu, kami juga belajar mengelola ekonomi keluarga dengan lebih baik,” ujarnya (Red)

 

Baca Lainnya

Melayu Murka! Laskar Melayu Bersatu Kepri Kota Batam: “Hina Marwah Kami, Siap Kami Lawan!”

31 Mei 2026 - 12:58 WIB

::: Kisah Pak Am di Tanah Suci: Romantisme, Kursi Roda, & Ruang Maaf pada Istri Tercinta

31 Mei 2026 - 12:34 WIB

Dugaan Penggunaan Kapal Patroli Imigrasi untuk Kepentingan Pribadi Jadi Sorotan, Publik Minta Klarifikasi

31 Mei 2026 - 10:19 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang Umumkan Penyesuaian Jadwal Pelayanan dalam Rangka Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

31 Mei 2026 - 08:00 WIB

Perkuat Barisan, Perkokoh Organisasi: LMB KEPRI KOTA BATAM Gelar Malam Keakraban di Batu Aji Batam

30 Mei 2026 - 17:12 WIB

Trending di Batam