Menu

Mode Gelap
WFH, Pemko Batam Targetkan Efisiensi Belanja hingga Rp18,1 Miliar Hari Bumi: Seruan Islam untuk Menjaga Planet Kita Sukses Membangun SDM di Wilayah Kepulauan, Gubernur Ansar Bakal Terima Penghargaan NGA 2026 571 CPNS Jalani Latsar CPNS 2026 Dilaksanakan BPSDM Provinsi Kepri Triwulan I 2026, Investasi Batam Melonjak Lebih dari 100 Persen Perbaikan Selesai, Jalan Vista Kembali Dapat Digunakan

Batam

Menhan ke Batam, Pastikan Proyek Alutsista dan Penguatan Industri Nasional

badge-check


					Menhan ke Batam, Pastikan Proyek Alutsista dan Penguatan Industri Nasional Perbesar

AskaraNews.com,Batam-Kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin ke Batam menunjukkan arah baru kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri pertahanan dalam negeri. Kawasan ini mulai diposisikan sebagai simpul strategis pengembangan galangan kapal nasional, seiring meningkatnya kebutuhan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista).

Dalam kunjungan tersebut, Sjafrie meninjau dua galangan utama, yakni PT Palindo Marine Shipyard dan PT Batamec. Selama ini, kedua perusahaan tersebut berperan dalam pembangunan serta peremajaan kapal militer, sekaligus mencerminkan kapasitas industri domestik dalam mengerjakan proyek strategis.

Pemerintah menilai Batam tidak lagi sekadar menjadi lokasi produksi, melainkan telah berkembang menjadi basis industri yang dipercaya menangani proyek berteknologi lebih tinggi. Hal ini sejalan dengan meningkatnya keterlibatan galangan kapal nasional dalam program penguatan armada laut.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait mengatakan, proyek di Batam diarahkan untuk membangun ekosistem industri yang berkelanjutan.

“Tidak hanya memenuhi kebutuhan operasional militer, tetapi juga memperkuat kemandirian melalui pengembangan rantai pasok dalam negeri,” kata Brigjen TNI Rico di sela-sela kunjungan Menhan di Batam, Selasa (17/3/2026).

Di PT Palindo Marine Shipyard, peremajaan kapal patroli cepat tipe FPB-57 dilaporkan menunjukkan kemajuan. Selain itu, galangan tersebut juga mengerjakan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 serta kapal serang ringan.

Pemerintah juga membuka peluang kerja sama internasional, termasuk pembangunan kapal bantu oseanografi yang disertai program alih teknologi.

Sementara itu, di PT Batamec, pembangunan kapal patroli lepas pantai atau OPV-3 dengan sistem modern menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan wilayah maritim. Kebutuhan ini dinilai semakin mendesak seiring dinamika keamanan laut.

Rangkaian proyek tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat sektor pertahanan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi. Selain membuka lapangan kerja, proyek ini berpotensi meningkatkan kapasitas dan daya saing industri galangan kapal nasional.

Setelah melakukan kunjungan kerja di Kota Batam, pada Pukul 18.40 WIB, Menhan Sjafrie dan rombongan langsung menuju Bandara Internasional Hang Nadim Batam untuk kembali ke Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

WFH, Pemko Batam Targetkan Efisiensi Belanja hingga Rp18,1 Miliar

23 April 2026 - 16:32 WIB

Triwulan I 2026, Investasi Batam Melonjak Lebih dari 100 Persen

23 April 2026 - 14:31 WIB

Perbaikan Selesai, Jalan Vista Kembali Dapat Digunakan

23 April 2026 - 14:24 WIB

Ketua DPRD Kota Batam Tuntaskan Kursus Pimpinan Daerah Lemhannas, Rangkum Bekal Strategis Rumuskan Kebijakan Daerah

23 April 2026 - 12:11 WIB

Pasi Intel Kodim 0316 Batam Klarifikasi Tudingan Ancaman terhadap Yusril Koto

23 April 2026 - 11:19 WIB

Trending di Batam