Amsakar Respons Keluhan Wali Murid, Penambahan Ruang Kelas SDN 013 Sekupang Jadi Prioritas Selat Lampa Resmi Dapat Kode Pelabuhan Internasional, Bupati Cen Rangkul Pengusaha Ekspor Impor Jaga Ketersediaan Air Baku Batam, BP Batam Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca EN-LMND: Wempi Habari Ketua Bidang Hukum dan HAM “Hentikan Ekspansi Bataliyon Teritorial, Jangan Militerisasi Pembangunan dan Rampas Ruang Hidup Rakyat Ketimpangan UMP dan Kebutuhan Hidup Layak, M. Rizky Pratama Korsu Ketenagakerjaan BEM SI Kerakyatan, Desak Kemnaker Evaluasi Kebijakan Pengupahan Nasional LPTQ Batam Bidik Prestasi Nasional, Firmansyah Tekankan Pembinaan Kafilah

Batam

Menhan ke Batam, Pastikan Proyek Alutsista dan Penguatan Industri Nasional

badge-check


 Menhan ke Batam, Pastikan Proyek Alutsista dan Penguatan Industri Nasional Perbesar

AskaraNews.com,Batam-Kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin ke Batam menunjukkan arah baru kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri pertahanan dalam negeri. Kawasan ini mulai diposisikan sebagai simpul strategis pengembangan galangan kapal nasional, seiring meningkatnya kebutuhan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista).

Dalam kunjungan tersebut, Sjafrie meninjau dua galangan utama, yakni PT Palindo Marine Shipyard dan PT Batamec. Selama ini, kedua perusahaan tersebut berperan dalam pembangunan serta peremajaan kapal militer, sekaligus mencerminkan kapasitas industri domestik dalam mengerjakan proyek strategis.

Pemerintah menilai Batam tidak lagi sekadar menjadi lokasi produksi, melainkan telah berkembang menjadi basis industri yang dipercaya menangani proyek berteknologi lebih tinggi. Hal ini sejalan dengan meningkatnya keterlibatan galangan kapal nasional dalam program penguatan armada laut.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait mengatakan, proyek di Batam diarahkan untuk membangun ekosistem industri yang berkelanjutan.

“Tidak hanya memenuhi kebutuhan operasional militer, tetapi juga memperkuat kemandirian melalui pengembangan rantai pasok dalam negeri,” kata Brigjen TNI Rico di sela-sela kunjungan Menhan di Batam, Selasa (17/3/2026).

Di PT Palindo Marine Shipyard, peremajaan kapal patroli cepat tipe FPB-57 dilaporkan menunjukkan kemajuan. Selain itu, galangan tersebut juga mengerjakan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 serta kapal serang ringan.

Pemerintah juga membuka peluang kerja sama internasional, termasuk pembangunan kapal bantu oseanografi yang disertai program alih teknologi.

Sementara itu, di PT Batamec, pembangunan kapal patroli lepas pantai atau OPV-3 dengan sistem modern menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan wilayah maritim. Kebutuhan ini dinilai semakin mendesak seiring dinamika keamanan laut.

Rangkaian proyek tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat sektor pertahanan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi. Selain membuka lapangan kerja, proyek ini berpotensi meningkatkan kapasitas dan daya saing industri galangan kapal nasional.

Setelah melakukan kunjungan kerja di Kota Batam, pada Pukul 18.40 WIB, Menhan Sjafrie dan rombongan langsung menuju Bandara Internasional Hang Nadim Batam untuk kembali ke Jakarta.

Baca Lainnya

Amsakar Respons Keluhan Wali Murid, Penambahan Ruang Kelas SDN 013 Sekupang Jadi Prioritas

25 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Jaga Ketersediaan Air Baku Batam, BP Batam Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

24 Oktober 2026 - 16:56 WIB

LPTQ Batam Bidik Prestasi Nasional, Firmansyah Tekankan Pembinaan Kafilah

24 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Amsakar Raih Penghargaan Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik 2026

24 Oktober 2026 - 08:58 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Tekankan Peran Santri Menuju Indonesia Emas

23 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Trending di Batam