Menu

Mode Gelap
Weni Lis Darmansyah: Cerdas Cermat PKK Perkuat Peran Kader di Keluarga dan Masyarakat Pemko Tanjungpinang dan DPRD Sepakati Perda Perangkat Daerah, Wujudkan Birokrasi Lebih Efektif dan Responsif Hang Bilang Jadi Simbol Persatuan dan Jati Diri Kepri di Porprov 2026 Wali Kota Lis Tekankan Disiplin Manajemen dan Penguatan Pendidikan Karakter SDN 009 Juga Dibangun ZoSS, Li Claudia: Keselamatan Siswa Jadi Prioritas Pemko Batam Kaji Dampak Kebijakan WFH Terhadap Efisiensi Anggaran Pemerintah Sebelum Diterapkan

Tanjungpinang

LAM Kepri Ingatkan Amanah Mufakat 12: Monumen Bahasa Kepatutan Segera Dibangun

badge-check


					LAM Kepri Ingatkan Amanah Mufakat 12: Monumen Bahasa Kepatutan Segera Dibangun Perbesar

AskaraNews.com,Tanjungpinang-Rencana pembangunan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat kembali menjadi perhatian. Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau (LAM Kepri) menegaskan bahwa pembangunan monumen tersebut merupakan bagian dari amanah kesepakatan Mufakat 12 antara pemerintah daerah di wilayah Melayu.

Kesepakatan tersebut sebelumnya ditandatangani oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Riau, bersama LAM Kepri dan LAM Riau. Oleh karena itu, pembangunan monumen dinilai penting sebagai bentuk realisasi komitmen bersama yang telah disepakati.

Ketua I LAM Kepri, Atmadinata, menyampaikan bahwa pihaknya telah dilibatkan dalam proses perencanaan pembangunan Monumen Bahasa tersebut. Ia menegaskan LAM Kepri mendukung penuh gagasan yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Kepri.

“Pengurus LAM bersetuju dengan rencana Pemprov Kepri tersebut. Karena menyangkut kebesaran, kemajuan peradaban, dan tamadun Melayu masa lalu,” ujar Atmadinata, dilansir dari laman Batampos, Senin 16 Maret 2026.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa secara historis Bahasa Indonesia tidak dapat dipisahkan dari akar Bahasa Melayu yang telah digunakan sebagai bahasa komunikasi di kawasan Nusantara sejak berabad-abad lalu.

Menurutnya, momentum penting terjadi pada Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Saat itu, para pemuda dari berbagai daerah sepakat menjadikan bahasa tersebut sebagai Bahasa Indonesia yang dijunjung sebagai bahasa persatuan bangsa.

Selain itu, Atmadinata juga menyoroti perkembangan Bahasa Melayu yang tumbuh di wilayah Kepulauan Riau. Bahasa Melayu di daerah ini berkembang menjadi Bahasa Melayu Tinggi yang dibina oleh para pujangga, penyair, serta sastrawan pada masa lampau.

Salah satu tokoh besar yang memiliki peran penting dalam perkembangan Bahasa Melayu Tinggi adalah Raja Ali Haji, seorang ulama dan sastrawan terkemuka dari Kepulauan Riau.

Pada masa Kesultanan Riau-Lingga, Pulau Penyengat menjadi pusat lahirnya berbagai karya penting. Beragam karya sastra, sejarah, hukum, agama, hingga administrasi pemerintahan ditulis dan diterbitkan menggunakan Bahasa Melayu Tinggi.

“Jadi wajarlah Pulau Penyengat dijadikan sebagai tempat tegaknya Tugu Bahasa Nasional itu,” tegasnya.

Ia juga menilai bahwa pemilihan Pulau Penyengat sebagai lokasi Monumen Bahasa sangat sejalan dengan amanah dalam kesepakatan Mufakat 12 yang telah ditandatangani beberapa tahun lalu oleh pemerintah daerah serta lembaga adat Melayu.

Selain menjadi simbol sejarah, LAM Kepri berharap monumen tersebut dapat berfungsi lebih luas. Monumen Bahasa diharapkan tidak hanya menjadi tugu peringatan semata, tetapi juga menjadi pusat edukasi bagi masyarakat, terutama generasi muda.

Menurut Atmadinata, monumen tersebut nantinya dapat menjadi ruang pembelajaran, penelitian. Sekaligus tempat lahirnya karya-karya baru yang terinspirasi dari kejayaan peradaban Melayu.

“Terutama sebagai sarana edukatif, tempat belajar, meneliti dan tempat melahirkan karya-karya kekinian dengan inspirasi masa lalu untuk kejayaan dan kebesaran peradaban Melayu di masa depan,” katanya.

LAM Kepri juga berharap pembangunan monumen tersebut dapat rampung sebelum peringatan satu abad Sumpah Pemuda. Dengan demikian, perayaan 100 tahun Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2028 dapat digelar secara nasional di kawasan Monumen Bahasa Pulau Penyengat.

Sebelumnya Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, menyatakan optimisme bahwa proyek monumental tersebut akan mulai dibangun pada Juni 2026.

“Kalau lelang ini sudah selesai, kemungkinan pada bulan Juni 2026 akan dibangun,” kata Ansar, Senin 23 Februari 2026 lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Weni Lis Darmansyah: Cerdas Cermat PKK Perkuat Peran Kader di Keluarga dan Masyarakat

16 April 2026 - 18:25 WIB

Pemko Tanjungpinang dan DPRD Sepakati Perda Perangkat Daerah, Wujudkan Birokrasi Lebih Efektif dan Responsif

16 April 2026 - 18:20 WIB

Hang Bilang Jadi Simbol Persatuan dan Jati Diri Kepri di Porprov 2026

16 April 2026 - 18:15 WIB

Wali Kota Lis Tekankan Disiplin Manajemen dan Penguatan Pendidikan Karakter

16 April 2026 - 18:08 WIB

Pemko Tanjungpinang Jajaki Potensi PLTS Bersama PT Hijau Makmur Energi dan ODC Energy

16 April 2026 - 04:20 WIB

Trending di Advetorial