Menu

Mode Gelap
Investasi Batam Tumbuh 62,75 Persen, Ciptakan 40.943 Lapangan Kerja Pemprov Kepri Bangun Kanal Banjir di Kampung Purwodadi Bintan Timur Kepala Kantor Imigrasi Belakang Padang Hadiri Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Kepala Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjung Pinang Amsakar-Li Claudia Apresiasi Sinergi PLN Batam dan Altiva, Perkuat Ekosistem Data Center di Batam Tingkatkan Layanan Publik, Amsakar Resmikan Gedung Arsip dan Musala PN Batam Firmansyah: Budaya Baca Jadi Fondasi Membangun SDM Unggul dan Batam Madani

Dunia

Diserang Iran Tanpa Henti, Trump Buru-buru Minta Gencata Senjata, Teheran Menolak

badge-check


 Diserang Iran Tanpa Henti, Trump Buru-buru Minta Gencata Senjata, Teheran Menolak Perbesar

AskaraNews.com,New York-Dalam beberapa hari terakhir, konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memasuki fase paling tegang dalam beberapa dekade. Setelah serangan udara gabungan AS-Israel yang menghancurkan pusat komando militer Iran dan menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Iran membalas dengan gelombang rudal dan drone skala besar ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah, menimbulkan kehancuran materiil dan kekhawatiran global akan perang yang meluas.

Menanggapi serangan balasan Iran yang terus berdatangan, Presiden Donald Trump mencuatkan seruan untuk segera menghentikan api perang. Dalam pernyataannya kepada media internasional, Trump mengindikasikan kebutuhan untuk gencatan senjata dan pembicaraan damai antara pihak-pihak yang bersengketa, seraya memperkirakan operasi militer AS bisa berlangsung beberapa minggu jika tidak ditekan lebih dulu.

Namun langkah Trump ini bukan tanpa tekanan di tengah situasi militer yang semakin kritis. Ahli pertahanan dan pengamat militer mencatat bahwa persediaan rudal pencegat alat utama untuk menghentikan serangan rudal balistik Iran semakin menipis di pihak AS dan sekutunya, termasuk Israel dan negara-negara Teluk yang tergabung dalam aliansi pertahanan udara bersama. Analisis militer menunjukkan stok interceptor seperti sistem THAAD dan Patriot yang selama ini menjaga wilayah sekutu tersebut kini cepat terkuras akibat tingginya intensitas serangan dari Tehran, sementara produksi ulangnya berjalan lambat karena keterbatasan industrinya.

Kekhawatiran tentang ketahanan pertahanan udara ini menjadi salah satu alasan Trump makin mendesak penghentian pertempuran. Para pejabat Pentagon secara pribadi telah memperingatkan bahwa jika stok interceptor habis lebih cepat daripada Iran kehabisan rudal, negara-negara yang diserang akan semakin rentan terhadap serangan langsung suatu kemungkinan yang bisa memperluas konflik secara regional.

Namun, upaya Trump untuk mendorong gencatan senjata itu ditolak keras oleh Tehran. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, secara tegas menyatakan bahwa negeri itu tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat di tengah konflik, menegaskan sikap perlawanan penuh terhadap apa yang disebutnya “agresi tidak sah” dan menolak seruan penghentian sementara perang sampai respons Iran selesai sepenuhnya.

Iran bahkan menolak seluruh pembicaraan damai yang ditawarkan melalui mediator regional, menyatakan bahwa pembicaraan hanya akan dimulai setelah serangan dan pembalasan selesai, suatu posisi yang dijelaskan pejabat resmi sebagai strategi untuk mempertahankan kedaulatan nasional.

Di saat yang sama, warga sipil di berbagai negara Teluk dan Israel hidup dalam ketidakpastian setiap hari, menghadapi sirene serangan udara, potensi kehancuran infrastruktur dan ancaman terhadap kehidupan mereka yang semakin nyata. Tanpa gencatan senjata yang disepakati konflik ini bisa meluas, menimbulkan dampak ekonomi global dan ancaman keamanan yang jauh lebih serius daripada yang terlihat saat ini.

Baca Lainnya

Dari Yordania hingga Oman: Iran Sapu Bersih Instalasi Militer AS di Teluk

14 Juli 2026 - 05:48 WIB

Sejarah Baru!!! Skuad Voli Putra Rebut Mahkota AVC Cup 2026, Korea Selatan Ditekuk Tanpa Ampun

28 Juni 2026 - 16:44 WIB

Resmi damai: Trump galang dana fantastis 300 miliar dolar AS pulihkan infrastruktur dan ekonomi Iran, Teheran stop produksi senjata nuklir

18 Juni 2026 - 12:47 WIB

Iran Ancam Bombardir Israel Jika Terus Langgar Kesepakatan di Lebanon

17 Juni 2026 - 10:30 WIB

Bank Sentral Indonesia & China Sepakati Teken Sejarah Tanpa Bergantung Dolar Amerika

12 Juni 2026 - 20:00 WIB

Trending di Dunia