Menu

Mode Gelap
Amsakar-Li Claudia Apresiasi Sinergi PLN Batam dan Altiva, Perkuat Ekosistem Data Center di Batam Tingkatkan Layanan Publik, Amsakar Resmikan Gedung Arsip dan Musala PN Batam Firmansyah: Budaya Baca Jadi Fondasi Membangun SDM Unggul dan Batam Madani Batam Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan Korea Selatan, Siapkan SDM Berdaya Saing Global Amsakar-Li Claudia Gesa OPD Percepat Realisasi 15 Program Prioritas Pemko Batam Perkuat Perencanaan Penanggulangan Bencana

Nasional

Gerakan Muharam Bersholawat: Ikhtiar Spiritual PPJNA98 Kawal Presiden Prabowo Berantas Korupsi

badge-check


 Gerakan Muharam Bersholawat: Ikhtiar Spiritual PPJNA98 Kawal Presiden Prabowo Berantas Korupsi Perbesar

Askaranews.com. Jakarta-Perjalanan waktu adalah hamparan kanvas sunyi, dan manusia adalah pelukis yang menorehkan takdirnya lewat bunyi dan laku. Pada hari ke-26 bulan Muharam ini, sebuah simfoni spiritual bergema dari sudut-sudut peradaban Indonesia. Aliansi gerakan yang dimotori oleh Anto Kusumayuda Ketum PPJNA98, Abdul Salam Nur Ahmad Sekjen PPJNA 98/Majelis Sholawat Cahaya Nusantara, Dede Heri Sinergi Media Merah Putih, dan Siti Ratna Maymunah Rumah Literasi Merah Putih, yang menginisiasi sebuah gerakan kultural yang melampaui batas politik praktis: Gerakan Muharam Bersholawat.

Di balik riuh rendah dinamika kekuasaan, gerakan ini hadir sebagai oase kosmis yang mengetuk pintu langit, menghiasi atmosfer negeri dengan gema takbir, tahmid, sholawat, dan doa yang merembes hingga ke pelosok Nusantara.

Secara filosofis, Muharam bukan sekadar pergantian angka pada kalender hijriah. Ia adalah simbol transmisi kesadaran, sebuah momentum hijrah dari kegelapan tirani menuju cahaya keadilan. Ketika gerakan ini menyerukan gema spiritual di seluruh penjuru negeri, ia sedang melakukan rekonstruksi estetika jiwa bangsa yang mulai luntur oleh pragmatisme zaman.

Seni bernegara dalam kearifan lokal kita tidak pernah memisahkan antara pemimpin, rakyat, dan Tuhan. Melalui resonansi sholawat, gerakan ini sejatinya sedang menyalakan kembali api spiritualitas Nusantara, mengundang hadirnya energi keberkahan dari para Auliya Wali Allah, para leluhur pendiri bangsa, serta spirit kepemimpinan para raja-raja Nusantara masa lalu.

Saat ini, jalannya roda pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto sedang berada dalam fase krusial, sebuah palagan perang suci melawan musuh tak terlihat namun nyata: korupsi dan mafia birokrasi. Dalam kacamata spiritual, korupsi bukan sekadar kejahatan finansial, melainkan sebuah penyakit mistis yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan berbangsa. Korupsi adalah manifestasi dari angkara murka—keserakahan tak terbatas yang merusak harmoni alam dan kemanusiaan.

Menghadapi gurita mafia yang mengakar kuat di tubuh birokrasi tidak bisa hanya mengandalkan instrumen hukum positif yang kerap kali bisa dimanipulasi. Diperlukan kekuatan supranatural yang bersumber dari keikhlasan totalitas kepada Allah, Sang Pemilik Alam Semesta. Perang melawan korupsi yang dipimpin Presiden Prabowo membutuhkan perisai gaib berupa kesatuan batin seluruh rakyat.

Doa-doa yang dipanjatkan dalam Gerakan Muharam Bersholawat ini menjadi energi pendorong agar Presiden Prabowo senantiasa dianugerahi kekuatan fisik, ketajaman rasio, dan kesehatan batin dalam menjalankan amanah kepemimpinan yang berat ini. Ketika cahaya Illahi bersinergi dengan doa restu dari para leluhur tanah air, maka yang tercipta adalah sebuah benteng persatuan nasional yang tak tergoyahkan.

Secara metafisika, konspirasi dan persekongkolan jahat para koruptor mungkin terlihat sangat kuat secara materi dan jejaring. Namun, sejarah spiritual dunia telah membuktikan bahwa kejahatan yang terorganisir sekalipun akan luruh ketika berhadapan dengan frekuensi kesucian doa dan kebulatan tekad rakyat yang ikhlas.

Dengan persatuan rakyat yang berdiri kokoh di belakang Presiden Prabowo, segala bentuk makar ekonomi dan pengkhianatan birokrasi akan hancur dengan sendirinya oleh hukum alam. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi, melindungi Presiden Prabowo, dan menuntun negeri ini menuju gerbang kejayaan yang hakiki. Amiin Ya Rabbal Alamin. (Rd.Ratu Dinar Nusantara. (Red)

 

Baca Lainnya

Harlah ke-62 PII Wati, Melisa: Tumbuh Berdaya, Merawat Diri, Menginspirasi Negeri

26 Juli 2026 - 15:33 WIB

Heboh, Kejaksaan Agung Hentikan Pengumpulan Data MBG, Kenapa?

14 Juli 2026 - 05:59 WIB

Panglima TNI Terima Kunjungan Silaturahmi Kapolri, Pererat Solidaritas TNI-Polri

13 Juli 2026 - 21:13 WIB

Kenapa Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Kasus Cuci Uang, Ini Penyebabnya

13 Juli 2026 - 19:40 WIB

Perwakilan Putra-Putri Terbaik Kepri Siap Harumkan Daerah di Paskibraka Nasional 2026

13 Juli 2026 - 07:19 WIB

Trending di Kepri