Generasi Merdeka Hadir di Tengah Warga Cilegon,Erupsi Anak Gunung Krakatau Bagikan Masker dan Nasi Kotak, Hadir Jumat Berkah Musancab PKB Brebes: Meneguhkan Kemenangan Politik Tahun 2029 HIMASAL Brebes dalam Tarikan Nafas Khidmat Masyayekh Lirboyo Mengenal Prof Dr Suwendi Sang Pejuang Pendidikan Keagamaan di Nusantara. Buka Mubes PK NTT Batam, Amsakar Tekankan Keberagaman Harus Jadi Kekuatan Komisaris PT Pertamina Arun Gas (PAG) Dukung PKRM PRIMA DMI Langsa 2026. Wanda Assyura: remaja masjid harus diberi ruang untuk berkreasi.

Banten

Mahasiswa Cipayung Plus Serang Serukan Aksi Besar: Kritik “Serakahnomics” Menggema di Banten

badge-check


 Mahasiswa Cipayung Plus Serang Serukan Aksi Besar: Kritik “Serakahnomics” Menggema di Banten Perbesar

Askaranews.com. SerangGelombang kritik terhadap kondisi ekonomi nasional kembali menguat, sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam “Cipayung Plus Serang” menyerukan aksi demonstrasi besar-besaran yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 25 Juni 2026, di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang.

Seruan aksi tersebut tersebar melalui poster digital bernuansa merah yang menampilkan simbol organisasi mahasiswa seperti HMI, IMM, GMNI, dan elemen Cipayung Plus lainnya, dalam poster itu, massa aksi mengusung tema:

“Negara Dikerubungi Serakahnomics, Rakyat Sengsara”

Narasi tersebut menjadi bentuk kritik keras terhadap kebijakan ekonomi pemerintah yang dinilai semakin membebani masyarakat.

Poster juga menampilkan dua figur pejabat negara dengan bagian mata ditutupi garis merah, menggambarkan simbol perlawanan, kritik sosial, dan tudingan bahwa pemerintah dianggap “tidak melihat” penderitaan rakyat, aksi dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB dengan titik konsentrasi massa di kawasan KP3B Banten.

Dalam ajakannya, penyelenggara menyerukan partisipasi mahasiswa dan masyarakat untuk turun ke jalan menyuarakan keresahan publik terhadap berbagai persoalan nasional.

Kalimat penutup dalam poster berbunyi:

“Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!” yang identik dengan slogan gerakan mahasiswa dalam berbagai aksi sosial-politik di Indonesia.

Fenomena konsolidasi mahasiswa melalui jaringan Cipayung Plus sendiri belakangan marak terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah aksi serupa muncul di Surabaya, Tasikmalaya, Cirebon, Bone, hingga Sorong dengan isu utama berupa kenaikan harga kebutuhan pokok, tekanan ekonomi, kebijakan fiskal pemerintah, hingga kritik terhadap tata kelola demokrasi.

Di Surabaya, misalnya, massa Cipayung Plus menyoroti pelemahan ekonomi nasional dan kenaikan harga BBM dalam demonstrasi di depan DPRD Surabaya.

Sementara di beberapa daerah lain, mahasiswa menuntut evaluasi terhadap program pemerintah yang dinilai tidak tepat sasaran serta mendesak pemerintah lebih fokus pada kesejahteraan rakyat.

Istilah “Serakahnomics” yang digunakan dalam poster aksi di Serang diduga merupakan permainan kata dari “serakah” dan “economics”, yang diarahkan sebagai kritik terhadap sistem ekonomi yang dianggap hanya menguntungkan kelompok elite tertentu, sementara masyarakat luas menghadapi tekanan ekonomi berkepanjangan.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah Provinsi Banten maupun aparat keamanan terkait pengamanan aksi tersebut, namun, melihat pola demonstrasi mahasiswa sebelumnya, aparat kepolisian biasanya melakukan pengawalan dan pengamanan guna menjaga aksi tetap berlangsung kondusif. (Red)

Baca Lainnya

Generasi Merdeka Hadir di Tengah Warga Cilegon,Erupsi Anak Gunung Krakatau Bagikan Masker dan Nasi Kotak, Hadir Jumat Berkah

12 September 2026 - 11:41 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Langsa Siap Berkolaborasi Sukseskan Festival PKRM PRIMA DMI

11 September 2026 - 01:38 WIB

Sekretaris Umum HISSI Aceh Apresiasi dan Dukung Penuh PKRM PRIMA DMI Langsa

11 September 2026 - 01:34 WIB

Dari Julok Menuju Tiongkok: Shilva Zohra Raih Beasiswa Penuh Kuliah Di China

10 September 2026 - 11:18 WIB

Semarak Memperingati Maulid, KKN Desa Dewi Sri Melaksanakan Pekan Kreativitas Anak Islami asah potensi dan Nilai Keislamaan Anak

10 September 2026 - 08:20 WIB

Trending di Regional