Generasi Merdeka Hadir di Tengah Warga Cilegon,Erupsi Anak Gunung Krakatau Bagikan Masker dan Nasi Kotak, Hadir Jumat Berkah Musancab PKB Brebes: Meneguhkan Kemenangan Politik Tahun 2029 HIMASAL Brebes dalam Tarikan Nafas Khidmat Masyayekh Lirboyo Mengenal Prof Dr Suwendi Sang Pejuang Pendidikan Keagamaan di Nusantara. Buka Mubes PK NTT Batam, Amsakar Tekankan Keberagaman Harus Jadi Kekuatan Komisaris PT Pertamina Arun Gas (PAG) Dukung PKRM PRIMA DMI Langsa 2026. Wanda Assyura: remaja masjid harus diberi ruang untuk berkreasi.

Jabar

Analisis Kritis Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Perspektif Aktivis Kota Banjar terhadap Risiko Maladministrasi

badge-check


 Analisis Kritis Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Perspektif Aktivis Kota Banjar terhadap Risiko Maladministrasi Perbesar

AskaraNews.com,Kota Banjar-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi pilar kebijakan nasional kini menghadapi diskursus kritis di tingkat lokal. Sandi Mardiana Putra, aktivis dari Kota Banjar, melontarkan kritik fundamental terhadap struktur program tersebut.

Dengan terminologi provokatif “Maling Berkedok Gizi”, Sandi membedah adanya diskrepansi antara tujuan normatif kesejahteraan dengan realitas teknokratis di lapangan.

Analisis Sandi berfokus pada tiga dimensi kegagalan sistemik yang berpotensi mendelegitimasi keberhasilan program:

1. Fragilitas Tata Kelola dan Risiko Rent-Seeking
Sandi menyoroti bahwa besarnya alokasi anggaran MBG menciptakan insentif bagi perilaku perburuan rente (rent-seeking behavior). Dalam perspektif ini, rantai pasok yang panjang dan kompleks membuka celah bagi:

Asimetri Informasi: Ketidakjelasan standar harga satuan (SST) yang memungkinkan terjadinya inflasi harga oleh pihak ketiga.

Moral Hazard: Risiko penurunan kualitas komoditas pangan demi mengejar margin keuntungan, yang secara langsung merugikan target nutrisi peserta didik.

2. Marginalisasi Ekonomi Domestik melalui Corporate Farming
Kritik kedua menyasar pada model logistik. Sandi berargumen bahwa tanpa regulasi yang mewajibkan penyerapan komoditas dari petani lokal Kota Banjar, program ini justru akan memicu:

Ketimpangan Distribusi Nilai Tambah: Keuntungan ekonomi cenderung terakumulasi pada korporasi penyedia jasa logistik skala besar (agregator nasional).

Erosi Ekonomi Mikro: Kegagalan mengintegrasikan UMKM dan sektor pertanian lokal dalam ekosistem MBG dapat mematikan sirkulasi ekonomi di daerah, menciptakan ketergantungan pada pasokan eksternal.

3. Politisasi Kebijakan dan Defisit Akuntabilitas Gizi
Sandi memandang adanya potensi komodifikasi kebijakan, di mana program gizi digunakan sebagai instrumen pencitraan politik (political branding) tanpa dibarengi dengan instrumen pengawasan yang ketat.

Kuantitas vs Kualitas: Terdapat kekhawatiran bahwa pemerintah lebih mengejar angka capaian partisipasi (output) dibandingkan dampak kesehatan jangka panjang (outcome).

Defisit Pengawasan Masyarakat: Istilah “Maling” yang digunakan Sandi merujuk pada “pencurian” potensi sumber daya publik akibat sistem pengawasan yang tidak inklusif dan tertutup dari partisipasi publik secara langsung.
Kesimpulan dan Rekomendasi Akademis
Secara teoretis, Sandi Mardiana Putra menekankan bahwa tanpa adanya transparansi radikal dan decentralized procurement (pengadaan terdesentralisasi), MBG berisiko menjadi skandal maladministrasi besar.

Ia menuntut adanya sistem audit independen yang melibatkan elemen sipil di Kota Banjar untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar bertransformasi menjadi kalori dan protein berkualitas bagi generasi mendatang.

Baca Lainnya

BPJS Ketenagakerjaan Langsa Siap Berkolaborasi Sukseskan Festival PKRM PRIMA DMI

11 September 2026 - 01:38 WIB

Sekretaris Umum HISSI Aceh Apresiasi dan Dukung Penuh PKRM PRIMA DMI Langsa

11 September 2026 - 01:34 WIB

Dari Julok Menuju Tiongkok: Shilva Zohra Raih Beasiswa Penuh Kuliah Di China

10 September 2026 - 11:18 WIB

Semarak Memperingati Maulid, KKN Desa Dewi Sri Melaksanakan Pekan Kreativitas Anak Islami asah potensi dan Nilai Keislamaan Anak

10 September 2026 - 08:20 WIB

Ketua Baitul Mal Langsa Dukung PKRM dan PRIMA DMI Langsa Award 2026

10 September 2026 - 07:54 WIB

Trending di Aceh