Generasi Merdeka Hadir di Tengah Warga Cilegon,Erupsi Anak Gunung Krakatau Bagikan Masker dan Nasi Kotak, Hadir Jumat Berkah Musancab PKB Brebes: Meneguhkan Kemenangan Politik Tahun 2029 HIMASAL Brebes dalam Tarikan Nafas Khidmat Masyayekh Lirboyo Mengenal Prof Dr Suwendi Sang Pejuang Pendidikan Keagamaan di Nusantara. Buka Mubes PK NTT Batam, Amsakar Tekankan Keberagaman Harus Jadi Kekuatan Komisaris PT Pertamina Arun Gas (PAG) Dukung PKRM PRIMA DMI Langsa 2026. Wanda Assyura: remaja masjid harus diberi ruang untuk berkreasi.

Jakarta

Jefry Mahasiswa Jakarta Asal Kalbar Soroti Karhutla di Kalimantan: Jangan Tunggu Asap Menyebar

badge-check


 Jefry Mahasiswa Jakarta Asal Kalbar Soroti Karhutla di Kalimantan: Jangan Tunggu Asap Menyebar Perbesar

Askaranews.com. Jakarta-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali meluas di sejumlah wilayah Kalimantan mendapat perhatian dari mahasiswa asal Kalimantan Barat yang sedang menempuh pendidikan di Jakarta.

Jefry, mahasiswa Jakarta asal Kalimantan Barat, mengatakan karhutla tidak boleh dipandang semata sebagai persoalan lingkungan. Menurut dia, dampaknya turut menyentuh kesehatan masyarakat, pendidikan, aktivitas ekonomi, hingga kualitas hidup warga.

“Bagi kami yang berasal dari Kalimantan Barat, kabut asap bukan sekadar persoalan lingkungan. Ini menyangkut kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan masa depan masyarakat,” ujar Jefry.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul terdeteksinya 1.487 titik panas di berbagai wilayah Kalimantan berdasarkan pemantauan satelit NOAA-20 hingga Kamis (20/8/2026).

Jefry menilai pemerintah perlu memperkuat langkah pencegahan dan pengawasan, terutama di wilayah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap kebakaran lahan. Penanganan, kata dia, tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman ketika api telah membesar.

“Jangan sampai penanganan baru dilakukan ketika asap sudah menyebar dan masyarakat menjadi korban,” katanya.

Selain memperkuat pencegahan, Jefry juga mendorong penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan secara ilegal.

Menurut dia, persoalan karhutla harus ditempatkan sebagai agenda yang ditangani secara berkelanjutan, bukan hanya menjadi perhatian ketika musim kemarau tiba.

“Kalimantan adalah rumah bagi jutaan masyarakat dan kekayaan alam Indonesia. Karena itu, menjaga hutan dan lahan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujar Jefry.

Ia berharap pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi dalam pencegahan karhutla serta memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dari dampak asap dan penurunan kualitas udara.

Bagi Jefry, upaya menjaga Kalimantan dari karhutla merupakan bagian dari tanggung jawab antargenerasi agar lingkungan tetap aman dan layak dihuni.

Penulis: Yusug W
Editor  : Redaksi

Baca Lainnya

BPJS Ketenagakerjaan Langsa Siap Berkolaborasi Sukseskan Festival PKRM PRIMA DMI

11 September 2026 - 01:38 WIB

Sekretaris Umum HISSI Aceh Apresiasi dan Dukung Penuh PKRM PRIMA DMI Langsa

11 September 2026 - 01:34 WIB

Dari Julok Menuju Tiongkok: Shilva Zohra Raih Beasiswa Penuh Kuliah Di China

10 September 2026 - 11:18 WIB

Semarak Memperingati Maulid, KKN Desa Dewi Sri Melaksanakan Pekan Kreativitas Anak Islami asah potensi dan Nilai Keislamaan Anak

10 September 2026 - 08:20 WIB

Ketua Baitul Mal Langsa Dukung PKRM dan PRIMA DMI Langsa Award 2026

10 September 2026 - 07:54 WIB

Trending di Aceh